Articles by "2019"
Showing posts with label 2019. Show all posts
Hotelier Indonesia




Secara Universal, gastronomi mempunyai 3 (tiga) kegiatan yang berkaitan satu sama lain; yakni mengenai :

1.     Kisah Makanan (Food Story)
2.     Penilai Makanan (Food Assessment)
3.     Seni Akan Makan Yang Baik (The Art Of Good Eating)

Sebagai Food Story, gastronomi mempelajari hubungan makanan - selaku poros tengah  - dalam kaitannya dengan pengetahuan Sejarah & Budaya, yang di dalamnya ada kisah atau cerita.

Pelakunya disebut sebagai gastronom yang menikmati dan mengetahui tentang makanan dan minuman yang berkualitas prima.



Seseorang yang menekuni Food Story, harus mempunyai passion terhadap seni makanan mengingat yang bersangkutan adalah food connoisseur (pecinta, pemerhati & penikmat makanan) & food enthusiastic (penggemar makanan - foddie) yang melihat dan mengkaji makanan dari sejarah & budaya.

Sebagai Food Assessment, gastronomi adalah tindakan penilaian yang fokusnya pada hidangan makanan yang berkualitas prima dengan cakupan sebagai berikut :
  • Makanan : Menu, Gaya & Jenis, Cita-Rasa, Rasa, Flavoring, Aroma, Sensasi, Tekstur, Estetika, Presentasi, Creativity & Food Pairing.
  • Non Makanan : Pemasak (Chef Profesional & Otodidak), Tipe Restoran, Tema, Hospitality, Dekorasi, Musik, Popularity & Kebersihan.
  • Penataan : Table Setting & Food Plating.

Catatan : Makanan merujuk kepada Seni Keahlian Masakan, sedangkan Non Makanan & Penataan merujuk kepada Pemasak (Chef Profesional & Otodidak) & Restoran.

Pelaksana atau eksekutor yang melakukan tindakan Food Assessment disebut sebagai Assesor.

Sedangkan The Art Of Good Eating, diartikan sebagai kepiawaian gaya makan yang terampil dan mahir (proficient & skillful eating style). Lengkap dengan tata cara, teknik & sikap makan yang baik.

Gastronom diwajibkan mengikuti aturan protokol terhadap sajian makanan yang ditampilkan di atas peranti saji yang sudah ditata sesuai dengan acara jamuan makan bersama.



Seorang gastronom harus menguasai dan memiliki kompetensi keahlian The Art Of Good Eating dari segala sesuatu yang berhubungan dengan kenikmatan sajian makanan yang apik, indah dan berkelas yang di tata di atas peranti saji yang elok.

Pada intinya The Art Of Good Eating adalah etiket makan atau cara aturan atau tata  sopan santun yang dapat diterima secara sosial untuk makan, terutama ketika makan dengan orang lain.

Dalam sisi lain, The Art Of Good Eating lebih dikenal dengan istilah Table Manner.

Secara singkat dapat disampaikan, bahwa gastronomi adalah segalanya terhubung dengan kenikmatan makan dan minum.

Gastronomi adalah studi tentang hubungan antara budaya dan makanan, di mana gastronomi mempelajari berbagai komponen sejarah & budaya dengan makanan sebagai pusatnya.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa gastronomi adalah pengetahuan dan apresiasi terhadap semua makanan dan minuman dari berbagai negara di seluruh dunia.

Namun, harus dipahami dengan benar gastronomi tidak hanya berbicara tentang resep memasak atau sekedar mencicipi makanan, atau sebatas nama makanan itu sendiri, termasuk mengangkat nama seorang chef selebritis; meskipun kita tahu hilirnya adalah untuk tujuan pariwisata.

Gastronomi adalah pengembangan sejarah dan budaya melalui pemberdayaan seni keahlian memasak sebagai kearifan lokal masyarakat setempat.

Dengan pemahaman di atas, maka sebagai penutup, perlu dijelaskan mengenai perbedaan antara Gastronomi & Kuliner yang keduanya berbeda tetapi konsentrasinya sama mengenai makanan.

Kuliner dalam dunia akademik disebut sebagai The Art Of Good Cooking alias Seni Akan Memasak Yang Baik atau dalam bahasa man on the street dikatakan sebagai tukang masak.

Pelakunya disebut sebagai ahli masak atau artis seniman memasak (baik itu chef professional atau pemasak otodidak) yang mata pencahariannya dari komersialisasi masak-memasak.

Sedangkan secara business komersial, kuliner adalah produsen karena mereka adalah tukang masak yang menguasai teknis memasak mengolah & memproses resep masakan menjadi makanan.

Dalam dunia kuliner tidak ada pembahasan mengenai sejarah & budaya, kisah atau cerita.

Sedangkan secara business komersial, gastronomi adalah konsumen karena mereka adalah tukang makan yang paham mengenai Food Story, Food Assessment & The Art of Good Eating (table manner).

Kalau diibaratkan restoran, maka Kuliner bekerja dan berada di ruang dapur yang mengolah resep masakan.

Sedangkan Gastronom ada di ruang makan yang menikmati olahan makanan yang dibuat oleh ahli masak atau artis seniman memasak.

Kalau diibarat pula sebuah lukisan, maka lukisan (makanan) itu adalah seni artistik dari proses perbuatan dari seorang pelukis (ahli masak).

Sedangkan orang atau kolektor yang menikmati, pemerhati dan mencintai lukisan (makanan) itu adalah gastronomi.

Semoga bermanfaat

Indrakarona KetarenIndonesian Gastronomy Association


SWISS-BELHOTEL INTERNATIONAL KEMBALI TERPILIH SEBAGAI  ‘INDONESIA’S LEADING GLOBAL HOTEL CHAIN’







Bapak Gavin M. Faull, Chairman and President of Swiss-Belhotel International, dan Bapak Emmanuel Guillard, Swiss-Belhotel International’s Senior Vice President of Operations and Development for Indonesia, Malaysia and Cambodia saat menerimapenghargaan di malam ITTA Awards2019
Hotelier Indonesia

Hong Kong – Jaringan manajemen hotel global Swiss-Belhotel International, menerima 8 penghargaan pada ajang Indonesia Travel and Tour Awards (ITTA) ke-10 2019-2020 – termasuk terpilihnya kembali sebagai “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain” untuk ke sembilan kalinya.

Di selenggarakan di Upper Room Jakarta pada tanggal 17 Desember 2019 oleh Yayasan ITTA, acara makan malam bergengsi ini turut dihadiri oleh kalangan yang berasal dari sektor pariwisata dan perhotelan Indonesia. Memenangkan penghargaan “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain”, Swiss-Belhotel International sekali lagi mengungguli sejumlah merek hotel global lainnya. 7 properti Swiss-Belhotel International memperoleh penghargaan untuk kategori yang  sangat kompetitif, sebagai kelanjutan dari hubungan berkesinambungan antara Swiss Belhotel International dengan negara ini sejak masuknya lebih dari 25 tahun lalu hingga saat ini telah mengelola lebih dari 70 hotels dan resorts. Swiss-Belhotel International merupakan salah satu dari brand hotel yang dikenal stabil dan diminati.

Seluruh pernghargaan ini menggarisbawahi komitmen perusahaan untuk menyediakan akomodasi terbaik dengan standard internasional pada pada segment pasar – mulai dari bintang 2 – hingga – bintang 5 di seluruh Indonesia.

Penghargaan juga diberikan kepada Gavin M. Faull, Chairman dan Presiden Swiss-Belhotel International, Mr. Emmanuel Guillard, Swiss-Belhotel International Senior Vice President of Operations and Development untuk Indonesia, Malaysia dan Cambodia, bersama dengan Deddy Sasmita, General Manager Swiss-Belhotel Airport Jakarta, diantara 13 peraih Penghargaan Top Hospitality Leader Award.



Gavin M. Faull, Chairman dan President Swiss-Belhotel International, mengatakan bahwa Swiss-Belhotel International sangat senang dan bangga telah terpilih kembali menjadi “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain” untuk ke sembilan kalinya dalam sejarah ITTA ke- 10, dan sangat senang bahwa tujuh dari hotel kami memenangkan penghargaan.

“Karena panjangnya sejarah kesuksesan yang kami lalui di Indonesia, keterkaitan Swiss-Belhotel International dengan negara ini dan masyarakatnya sangatlah erat,” kata Mr. Faull. “Selama lebih dari 25 tahun keputusan kami dalam melihat potensi bahwa Indonesia memiliki potensi besar telah membawa hasil. “Pada kenyataannya, kami merupakan salah satu jaringan hotel manajemen international yang menanamkan bendera kami di pasar utama ini, dan kami mengungguli pesaing kami di daerah-daerah tersebut.” 


Mr. Faull mengatakan meraih penghargaan dari ITTA menunjukkan bahwa Swiss-Belhotel International telah meningkatkan potensi hubungan kerjasamanya dengan para rekanan, para pemilik hotel-hotel kami dan komunitas lokal untuk “meningkatkan standard akomodasi hotels dan resort di setiap pasar yang kami layani”

All the awards won by Swiss-Belhotel International at ITTA 2019-20:
  • Swiss-Belhotel International: Indonesia’s Leading Global Hotel Chain
  • Swiss-Belhotel Airport Jakarta: Indonesia’s Leading Airport Hotel
  • Swiss-Belinn Airport Surabaya: Indonesia’s Leading Airport Hotel, Surabaya
  • Page 2 of 3Swiss-Belboutique Yogyakarta: Indonesia’s Leading Boutique Hotel, Yogyakarta
  • Swiss-Belresort Tanjung Binga, Belitung: Indonesia’s Leading Hotel, Bangka-Belitung
  • Swiss-Belresort Dago Heritage, Bandung: Indonesia’s Leading Resort, Bandung
  • Swiss-Belinn Luwuk: Indonesia’s Leading Hotel, Central Sulawesi
  • Swiss-Belhotel Jambi: Indonesia’s Leading 4 Star Hotel, Jambi

Terpilih oleh Yayasan Indonesia Travel and Tourism, ITTA dirancang untuk memberikan
peghargaan bagi hotel, resort, suite, villa, agen perjalanan, tempat wisata dan lainnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Swiss-Belhotel International, silakan kunjungi
www.swiss-belhotel.com.


Swiss-Belhotel International saat ini mengelola portofolio lebih dari 145* hotel, resor dan proyek yang berlokasi di Kamboja, Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Bahrain, Mesir, Georgia, Irak, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Australia, Selandia Baru, Bulgaria, Jerman, Italia dan Tanzania. Memperoleh penghargaan sebagai jaringan Hotel Global Terkemuka di Indonesia selama delapan tahun, Swiss-Belhotel International adalah salah satu grup manajemen hotel dan perhotelan internasional yang tumbuh paling cepat di dunia. Grup ini menyediakan layanan pengembangan dan manajemen yang komprehensif dan sangat profesional di semua aspek hotel,resor dan tempat tinggal yang dilayani. Kantor berlokasi di Hong Kong, Selandia Baru, Australia, Cina, Eropa, Indonesia, Uni Emirat Arab, dan Vietnam. *Angka dapat berubah



Hotelier Indonesia


Berawa’s beloved Uni Restaurant & Bar introduces inventive new menu

The seasonally focused fine diner has a handful of new edible innovations to show off.

Mespite only opening its doors a few months ago, Uni Restaurant & Bar has quickly established itself as one of Bali’s favourite restaurants. The Berawa fine diner, the side project of Mexicola Group Executive Chef Steve Skelly and Group Service Manager Nicolas Lento, is a haunt for tourists and expats alike, tempted by the restaurant’s innovative seafood-focused dishes.
As the new year arrives it brings with it a new menu from the duo. Just as experimental as previous offerings, this slew of new dishes upholds the same focus on flavour and fresh ingredients.

Updating the restaurant’s menu will be a regular occurrence for Uni, who want to keep guests intrigued. “We need to stay on our toes because we have guests coming two to three times per week,” explains Steve Skelly. “Last week we had a couple in four nights in a row!”

New dishes range from sweet to savoury; tuck into heaped plates of sea urchin fettuccine, topped with caviar and that seaweed butter. Then there’s kombu-cured snapper, paired with seaweed and drizzled with sesame oil, and tuna nigiri, served with caviar and fresh wasabi among others.

Fans of the crab lasagne need not fear. The dish which has gained a cult-like status for the restaurant is Uni’s most popular order and will remain. “People are even asking for it to be on Gojek!” says Skelly.

The sweet of tooth will be pleased to hear that the Skelly’s famed Basque cheesecake will arrive on the dessert menu permanently. The creamy treat will come accompanied by fermented honey, bee pollen and sea salt.

And that’s not forgetting the drinks menu, which will similarly revamp regularly. Accompanying one of Bali’s best collections of wine, Uni’s drinks list includes a series of unorthodox takes on the cocktail. The latest addition is savoury; a combination of Chinese tea-inspired gin (lapsang souchoung), mixed with tomato water, soda and sage.

Uni’s new menu is available to sample now. The venue serves dinner seven days a week, from 6.00pm to 12.00am.


Uni Restaurant & Bar
Jalan Pantai Berawa no. 99
www.uni-restaurant.com
@uni.bali


#food #hotelierindo #indonesia #hotelierindonesia #culinary #hotel #topfood







Hotelier Indonesia




Sound baths, facial yoga and retreats among more have arrived at the luxe group’s trio of Indonesian resorts. Karma Group has amassed a reputation for the luxury amenities available at its resorts, but just as important to the famed hotel group’s dedication to opulence is its focus on wellbeing. Health and wellness remain integral to Karma Group, particularly across its three Indonesian resorts where a burgeoning array of healing treatments continue to grow on offer via Karma Spa.

Taking inspiration from the spa trends sweeping the globe, Karma Spa has introduced a number of new offerings intended to heal the body and spirit. Sound baths are now incorporated into the resort’s treatment list, having been combined alongside most massages as well as the monthly Full Moon Yoga held at Uluwatu’s Karma Kandara. Think a concoction of seaside sound bath chanting performed alongside a series of different yoga poses. “Sound is the new massage,” explains Judy Chapman, Karma’s Spa & Wellness Curator of the booming sound healing trend. Balinese Reiki, intuitive tarot readings and acupuncture will shortly also be welcomed across both of Karma’s Balinese resorts, performed by an expert in the field.

A special new detox retreat has also joined the treatment array at Karma Jimbaran. The four-day retreat is designed to gently cleanse the body of mental clutter and rest the body with specialised yoga, massage, and niche treatments like deep tissue and IV infusion therapies.

For those who like something a little more intense, ‘Train Like An Athlete’ have arrived in the fitness studio, with a series of ambassador-led workouts. This will join the burgeoning social workouts which encourage guests to band together; at Karma Kandara guests are encouraged to join the hotel twice a week to walk up and down the 350 steps to Karma Beach. Karma has also collaborated with multi-disciplinary DJ Vanessa Holiday leading ‘Yin Yoga and Seaside Soundbaths, the first of these will be held at our Gili Meno resort.

Vanessa leads ocean flow yoga followed by a sacred sound bath, which sees chanting mingle with crystal singing bowls, Tibetan Bowls, Native American Flute, Gongs and Drums - all designed to nourish and replenish the body, physically and mentally. Guests after something a little less physical will find it with the arrival of the Karma Yoga Facial, which blends deep facial massage release, with lymphatic drainage and ayurvedic marma-point therapy in the spa. This will roll out across the Indonesian Karmas and Australia’s Karma Rottnest alike, joining the brand new Infrared Sauna Suite, which will shortly launch Down Under.

Proving increasingly popular to guests eager to detoxify, the Infrared Sauna Suite is available for use alongside a sauna ritual menu, which sees it form a part of a more indulgent treatment which can vary from magnesium salt scrubs to reflexology.

More information on Karma Spa’s ever-evolving array of new healing offerings can be found at: www.karmagroup.com

BACKGROUND ON KARMA GROUP

Karma Group is an award-winning international travel and lifestyle brand offering extraordinary experiences in the world’s most beautiful locations and is headed by Chairman and Founder, John Spence, former Ernst & Young Entrepreneur of the Year and member of the judging panel for the Ernst & Young World Entrepreneur of the Year. John has been honored by being awarded the Edward P. Bass Honorary Fellowship at Yale in the Fall Semester of 2019 in the School of Architecture, marking the first time Yale has extended this to the same person more than once. He has also been awarded a Distinguished Visiting Fellowship at UCLA as well as working with students from the University of Pennsylvania to design a chateau development in Carcassonne. The Karma Group is comprised of Karma Resorts, Karma Retreats, Karma Royal, Karma Estates, Karma Beach, Karma Spa and Karma Boutique. The Group is currently operating 33 resorts in more than 10 countries, including Australia, France, Germany, Greece, India, Indonesia, Thailand, Vietnam and the United Kingdom. There are currently five properties in development and the Group is negotiating three separate acquisitions in Scotland (a golf resort), Cyprus, and Bulgaria. In 2016, Karma group and Sanctum Hotel Group announced a joint venture to develop a series of authentic rock ‘n’ roll styled and orientated hotels in strategic locations around the world, accompanied by an exclusive private membership club, now with over 85,000 members. In 2017, Karma were awarded the contract to manage and develop the golf course on Rottnest Island in Western Australia and in Greece, RCI, the worldwide leader in vacation exchange, selected Karma Group to manage its operations in the Greek market whilst redevelopment began on Karma Minoan in Crete. Karma Group is a sponsor of the England Rugby 7’s team, as well as the Rosslyn Park HSBC National Schools Sevens, the world's largest school rugby tournament. Karma Group recently invested in its first racehorse with a view to future expansion of its stable.


Hotelier Indonesia



Jakarta, November 2019 – klikMRO.com, sebagai e-commerce yang menawarkan produk- produk kebutuhan industri dan komersial terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan industri melalui teknologi yang mendorong integrasi antara divisi, perusahaan, manufaktur, dan negara, untuk memenuhi implementasi strategi Industri 4.0 di Indonesia. Komitmen klikMRO, selalu melakukan inovasi untuk mengembangkan multi- industri di berbagai lini bisnis lewat teknologi untuk memudahkan pelanggannya. Selain memiliki vending machine dan mobile app dengan ragam fitur andalannya, kini klikMRO memperkenalkan teknologi terbarunya bernama TAPzNOW (Toko Alat Perkakas Zaman Now).

TAPzNOW merupakan platform dari eMaRO yang membantu para pelaku bisnis dan industri untuk berbelanja kebutuhan produk MRO (maintenance, repair, operation) lewat layanan Internet of Things (IoT) dengan leadtime delivery 0 (nol) detik lengkap dengan langkah-langkah persetujuan manajemen. Dengan fasilitas auto-replenish, monitoring dan controlling secara real-time, akan membuat para pelanggan mencapai efisiensi dan efektivitas maksimal. Produk-produk yang masuk ke dalam TAPzNOW sangat customize dan didapatkan dari klikMRO.

“Pada era e-commerce sekarang ini, internet telah mengubah banyak hal dalam keseharian kita. Cara pembelian telah dipermudah dengan kemampuan yang ditawarkan oleh internet. Itu berarti cara bisnis untuk pemenuhan kebutuhan barang dan produk pun turut berubah. TAPzNOW menjawab perubahan yang terjadi di era Industri 4.0 ini,” ungkap Agustina Iftariani (Ifa), selaku CEO klikMRO.com

Dalam proses manufaktur dan produksi di dunia industri, Supply Chain menjadi salah satu bagian penting yang memastikan semua kebutuhan material dan produk tersedia dalam kuantitas dan waktu yang tepat. Maka dari itu, kehadiran TAPzNOW menjadi solusi tepat para pelanggan yang membutuhkan barang dengan cepat, serta membantu dalam mengelola sekaligus menganalisa keluar masuknya barang agar dapat terkontrol dan auto- replenish (pengisian kembali secara otomatis). TAPzNOW dapat menjadi platform monitoring, controlling, dan budgeting operational.

Sistem Internet of Things (IoT) yang dibenamkan klikMRO akan membaca dan memberikan laporan secara real-time ke manajemen. Teknologi yang sudah terintegrasi inilah yang dapat membantu kinerja perusahaan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi, serta meminimalisir kekurangan pasokan barang.Dengan teknologi sistem keamanan di dalamnya, TAPzNOW hanya dapat diakses dengan melakukan scan ID, melalui Finger Print atau Face Recognition yang dapat diatur secara khusus untuk setiap perusahaan. Hal ini tentunya dapat menjamin keamanan barang- barang yang ada di dalamnya, karena hanya yang terdaftar dalam sistem perusahaan, yang dapat masuk dan mengambil barang.

Mengikuti perkembangan Industri 4.O, TAPzNOW mengedepankan Internet of Things (IoT) untuk proses pembelian barang sehingga dapat dilakukan secara real-time dan barang bisa langsung dapat digunakan user saat itu juga. Pengambilan barang yang tercatat otomatis akan langsung diketahui perusahaan dan mendapat auto-approved melalui sistem. Dengan sistem aplikasi yang baik, pelanggan tidak perlu khawatir akan kekurangan barang.

TAPzNOW dapat menjaga ketersediaan barang yang dibutuhkan secara otomatis dan dengan melakukan restock berkala apabila stock barang sudah mendekati batas minimum. Sektor manufaktur nasional tentunya harus siap menuju perubahan besar dalam menghadapi Industri 4.0. Konsekuensinya, pendekatan dan kemampuan baru diperlukan untuk membangun sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan. TAPzNOW dalam era Industri 4.0 merupakan bagian dari proses integrasi pada industri manufaktur di Indonesia. Kehadiran TAPzNOW tidak hanya mempermudah pelanggan tapi juga dapat membantu keseluruhan proses produksi perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Tentang klikMRO

klikMRO hadir pada bulan September 2016 lalu sebagai jawaban dari tantangan industri dalam pemenuhan kebutuhan pemeliharaan (maintenance), perbaikan (repair), dan operasional (operation). Produk-produk tersebut seringkali menjadi penunda pekerjaan lainnya, karena sifatnya yang sering habis dipakai dan memiliki jenis yang bermacam- macam.

klikMRO mengerti cara kerja para engineer yang membutuhkan peralatan dengan spesifikasi teknik khusus dan klikMRO membantu korporasi dalam pemenuhan kebutuhan peralatan tersebut. Pemakaian rutin dari produk-produk MRO (maintenance, repair, operation) seringkali membuat proses pembeliannya menjadi kendala, dimana untuk mendapatkan satu surat penawaran dari para pemasok (vendor) membutuhkan waktu yang tidak singkatdan hal ini dilakukan untuk masing-masing pemasok.

Dengan fitur auto-quotation para pelanggan dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan surat penawaran dalam hitungan detik hanya dengan 1 (satu) tombol. Ini sudah merupakan efisiensi waktu dan proses yang dapat dicapai. Tak hanya itu, proses approval berjenjang pun dapat dilakukan pada website ini sehingga para perusahaan tidak perlu khawatir tentang produk yang dibeli apakah sudah sesuai dengan kebutuhan. Spesifikasi teknis dan pengontrolan biaya (budget) pun dapat dicapai dengan fitur ini.Dibuat oleh engineer dan untuk engineer, seluruh produk yang ditawarkan oleh situs klikMRO merupakan kolaborasi dengan pabrikan dan distributor lokal yang menawarkan lebih dari 1.000.000 pilihan produk orisinal dari 1.000 brand ternama dunia.

Memiliki 23 kategori pada bidang MRO yaitu (Maintenance) pemeliharaan air compressor & pneumatic tools, hand tools, cleaning supplies, machine tools & accessories, welding & soldering, power tools, automotive (Repair) perbaikan abrasive polishing & cutting tools, chemical & lubricant, electronics appliances & batteries, hydraulic equipment, automation & process control, electrical & lightning system, fastening & joining, dan (Operation) operasional food service & hospitality, material handling & lifting, office supplies, safety & security equipment, storage & furniture, laboratory supplies, measuring & inspection tools, paint equipment & supplies, static control & clean room. klikMRO akan terus berinovasi untuk membantu kemajuan industri Indonesia agar dapat
bersaing di pasar global. Karya murni anak bangsa dan untuk bangsa Indonesia, klikMRO
hadir untuk menggandeng para pelaku industri.

www.klikmro.com

#compressor #pneumatic tools #hand tools #cleaning supplies #machine tools #accessories #welding #soldering #power tools #automotive #abrasive polishing #cutting tools #chemical  #lubricant #electronics #appliances #batteries #hydraulic #equipment #automation #processcontrol #electrical #lightningsystem #fastening #joining  #foodservice #hospitality #materialhandling #lifting #office supplies #safety #securityequipment #storage #furniture #laboratorysupplies #measuring #inspectiontools #paintequipmentsupplies #staticcontrol #cleanroom

Hotelier Indonesia


Traveloka Luncurkan Produk Terbaru Vila & Apartemen Guna Dukung Kemajuan Industri Pariwisata Indonesia


(dari kanan ke kiri) Peluncuran produk terbaru Vila & Apartemen dari Traveloka pada hari Senin, 7 November 2019 dihadiri oleh Nicholas Saputra, Aktor dan Figur Publik Pengguna Traveloka; Hariyanto, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran I, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; John Safenson, Vice President Market Management, Accommodation Traveloka; Sufintri Rahayu, Public Relations Director, Traveloka; Shirley Lesmana, Head of Marketing Accommodation Traveloka; Brian Sutrisno, Pemilik Vila Masada Village Puncak (Mitra Traveloka Vila & Apartemen).


Traveloka sediakan lebih dari 240.000 inventori Vila & Apartemen pilihan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, Asia Tenggara hingga benua Eropa dan Amerika. Lebih dari 20% konsumen Vila & Apartemen merupakan pelanggan baru Traveloka.
Jakarta, 7 November 2019 – Traveloka, platform pemesanan produk dan layanan perjalanan, gaya hidup, dan keuangan berbasis digital terbesar di Asia tenggara, hari ini memperkenalkan produk akomodasi terbarunya, yaitu Vila & Apartemen. Sejak tersedia di platform Traveloka dua bulan lalu hingga saat ini, Traveloka telah menyediakan lebih dari 240.000 inventori vila dan apartemen pilihan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, Traveloka juga mencatat lebih dari 20% konsumen Vila & Apartemen merupakan pengguna baru Traveloka.

Peluncuran produk terbaru ini didorong oleh meningkatnya permintaan akomodasi alternatif, seperti vila dan apartemen, yang mampu menawarkan fleksibilitas sekaligus kenyamanan, terutama bagi mereka yang menginap atau staycation bersama anggota keluarga ataupun teman dalam jumlah yang besar. Riset Statista pada tahun 2018 menyebutkan bahwa permintaan akomodasi alternatif semakin meningkat hingga menginjak angka 24% secara global dan diprediksi akan terus berkembang kedepannya. 1 John Safenson, Vice President Market Management, Accomodation Traveloka mengatakan, “Ide yang melatarbelakangi pengembangan produk Traveloka Vila dan Apartemen berasal dari tingginya permintaan akomodasi alternatif yang mampu mengakomodir kebutuhan pengguna serta komitmen kami untuk senantiasa melakukan diversifikasi layanan demi memudahkan pengguna. Sejak kehadirannya di dalam aplikasi Traveloka pada September tahun ini, produk Vila & Apartemen telah berhasil mengakuisisi lebih dari 240.000 mitra baik di dalam maupun di luar negeri. Kami berharap inovasi ini dapat semakin mempermudah pengguna dalam mencari pilihan akomodasi alternatif di berbagai destinasi impian mereka, serta mendukung pengembangan bisnis mitra Traveloka untuk kemajuan industri pariwisata Indonesia.”

Hariyanto, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran I, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia mengatakan, “Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Diperkuat dengan penetapan pariwisata sebagai salah satu sektor utama yang mendorong perekonomian kita, pemerintah menyambut baik pelaku industri pariwisata, khususnya yang bergerak di sektor akomodasi seperti Traveloka, untuk terus berinovasi memberikan layanan terdepan bagi pengguna dan juga kesempatan bisnis serta akses yang lebih luas bagi para pelaku industri lainnya, seperti pemilik properti vila dan apartemen. Inisiatif dari Traveloka ini juga sejalan dengan visi kami untuk mengembangkan sektor pariwisata nasional yang tercatat 12,6% lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan sektor pariwisata ASEAN sebesar 7,4% pada tahun 2018.”

Tingginya pertumbuhan sektor pariwisata juga tercermin dari banyaknya jumlah perjalanan
wisatawan Indonesia di dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sebanyak
1 Sumber: Statisa, Global Consumer Survey, 201843% dari total 303 juta perjalanan wisatawan Indonesia di dalam negeri digunakan untuk berlibur dan rekreasi, dengan rata-rata lama bepergian sebanyak tiga hari pada 2018. 2


“Melihat antusiasme masyarakat yang positif terhadap peluncuran produk akomodasi Vila & Apartemen, kami sangat optimis bahwa hadirnya produk ini dapat menggaet pangsa pasar baru bagi Traveloka khususnya produk akomodasi. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari 20% konsumen Vila & Apartemen yang merupakan pelanggan baru Traveloka. Dengan kehadiran Vila & Apartemen kami berharap dapat terus memberikan solusi perjalanan terbaik bagi para pengguna kami, khususnya di sektor akomodasi. Untuk semakin memudahkan pengguna, kami juga menghadirkan program promo khusus para pengguna yang sudah bisa digunakan dari hari ini dan berlaku untuk seluruh pilihan produk akomodasi Vila & Apartemen di dalam maupun di luar negeri,” ujar Shirley Lesmana, Head of Marketing Accommodation Traveloka

Dalam rangka merayakan peluncuran produk akomodasi terbaru, Traveloka menyediakan program promosi khusus para pengguna sebesar 15% atau potongan hingga 1 juta rupiah dengan menggunakan kode kupon “WAKTUNYAKUMPULTVLK”. Program promo spesial ini sudah mulai berlaku dari hari ini, 7 November 2019 hingga 1 Maret 2020 untuk seluruh produk Vila & Apartemen di aplikasi Traveloka.



Brian Sutrisno, Pemilik Vila Masada Village Puncak menyampaikan dukungannya terhadap peluncuran produk Vila & Apartemen, “Kehadiran Traveloka di pasar internasional, khususnya Asia Tenggara dan Australia, dapat memudahkan kami dalam menjangkau pasar regional, sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan okupansi akomodasi kami. Traveloka tak hanya merupakan platform pemesanan saja, namun kami bersama-sama dengan Traveloka juga berdiskusi mengenai strategi pemasaran yang dapat meningkatkan layanan kepada para konsumen, mulai dari pemesanan hingga setelah periode menginap mereka selesai. Dengan diluncurkannya produk Vila & Apartemen ini, kami berharap para  wisatawan kini semakin dimudahkan dalam mencari alternatif akomodasi yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.”

Nicholas Saputra, aktor dan figur publik pengguna Traveloka juga berbagi pandangannya, “Sebagai seorang traveler, saya sangat menyukai bepergian ke berbagai destinasi di dalam maupun luar negeri. Di setiap perjalanan, saya selalu mencari pengalaman otentik yang dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Selain itu, produk Vila & Apartemen dari Traveloka juga mempermudah saya untuk menemukan akomodasi yang nyaman, unik dan berkualitas, terutama ketika saya bepergian bersama keluarga dan para sahabat yang membutuhkan space menginap lebih besar. Traveloka Vila & Apartemen menjadi solusi terbaik perjalanan saya.”

Traveloka menyediakan berbagai pilihan akomodasi seperti apartemen di tengah kota dengan budget ekonomis, vila di daerah pegunungan untuk momen relaksasi dengan teman-teman, hingga villa yang luas di dekat pantai untuk acara spesial bersama keluarga besar, di Indonesia, Asia Tenggara hingga benua Eropa dan Amerika. Traveloka Vila & Apartemen menawarkan kenyamanan tambahan bagi konsumen. Selain menghadirkan beragam pilihan properti yang lengkap, Traveloka juga menambah kenyamanan pengguna dengan customer service yang beroperasi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, serta lebih dari 40 metode pembayaran, termasuk PayLater hingga pembayaran langsung pada saat check-in di beberapa pilihan properti dengan fitur “pay at property”.

2 Sumber: Badan Pusat Statistik, Statistik Wisatawan Nusantara, 2018Traveloka juga memberikan fleksibilitas tambahan dengan fitur “easy reschedule” untuk memudahkan pengguna ketika terjadi perubahan rencana menginap hingga “free cancelation” yang memungkinkan pengguna untuk menentukan jadwal perjalanan dengan nyaman.


Tentang Traveloka
Traveloka adalah perusahaan teknologi penyedia layanan perjalanan, gaya hidup, dan jasa keuangan
berbasis digital terkemuka di Asia Tenggara yang memungkinkan pengguna untuk menemukan dan
memesan beragam produk transportasi, akomodasi, dan gaya hidup. Portofolio komprehensif yang
dimiliki oleh Traveloka termasuk tiket untuk transportasi, seperti tiket pesawat, bus, kereta api, airport transfer, dan juga memiliki inventaris akomodasi terbesar di Asia Tenggara, termasuk hotel, apartemen, guest house, homestay, resort, dan villa, menjadikan Traveloka sebagai platform dengan pilihan akomodasi dan paket terbanyak.

Traveloka juga merupakan pelaku industri utama di sektor gaya hidup yang memungkinkan pengguna
untuk melakukan reservasi untuk berbagai tempat rekreasi dan kegiatan, konektivitas, serta direktori
kuliner. Traveloka memberikan pelayanan customer service yang bisa dihubungi 24/7 dalam bahasa
lokal, serta menawarkan kemudahan bertransaksi dengar lebih dari 40 metode pembayaran online dan
offline, termasuk produk jasa keuangan PayLater, serta juga menghadirkan produk asuransi yang
memungkinkan pengguna untuk mendapatkan perlindungan menyeluruh secara cepat dan mudah.
Aplikasi Traveloka telah diunduh lebih dari 40 juta kali, menjadikannya aplikasi pemesanan perjalanan yang paling populer di kawasan Asia Tenggara.





Hotelier Indonesia


Ke Belitung Sekarang makin mudah

#Ayo ke Belitung #Meeting in Belitung




  • Dengan penerbangan langsung
  • Jakarta - Belitung
  • Bandung - Belitung
  • Palembang - Belitung
  • Kuala Lumpur - Belitung

Menjelajahi keindahan negeri "Laskar Pelangi" dengan berbagai objek wisata yang beraneka ragam, keindahan alam dan masyarakatnya yang ramah.
Rencanakan kegiatan bisnis dan rekreasi anda bersama kami di:

*"BW Suite Belitung"* 4*(sebelumnya Aston Belitung)
  • 202 Rooms
  • 6 meeting room
  • Restaurant
  • Bar
  • Infinity pool
  • Gym


*"BW Inn Belitung"* 3*
  • 146 rooms
  • 3 meeting rooms
  • Restaurant

Untuk lebih detailnya silahkan kunjungi link video tentang kami di YouTube


BW Suite
https://youtu.be/6PF49l4z6zQ

https://youtu.be/plwVsMPgj54


BW Inn
https://youtu.be/FDpqVcfRFS8

https://youtu.be/p9dbe_6a62Y

Belitung
https://youtu.be/T5_jH_KdJi8

https://youtu.be/nge9iKEK9sg


Hormat saya
Yayat Ruhiyat
 +62-817-00-27772
+62-812-189-27772
[email protected]
[email protected]









Jointly held by China Tourist Hotel Association and Sinoexpo Informa Markets, Hotel Plus Mockup Room Show and Shanghai International Hotel Investment & Franchise Expo invite the hottest hotel management groups and design firms every year to present the latest hotel brands and concept guest rooms in real scenario. It has become the preferred platform of many hotel groups such as Intercontinental, Hilton, Dossen, New Century, Wanda, Shimao and Greenland to release new brands. Gathering national top developers and hoteliers under one roof, the show provides the most competitive hotel brand solutions, making it the biggest hotel investment and franchise event in China.

In the past decade, Hotel Plus Mockup Room Show gathered over 60 hotel mockup rooms, 200 speakers and couples of national and international premium companies in the hotel supply chain. Through summit forums integrated with mockup room, the show worked as the platform and hub for hotel management groups, local tourism bureaus, real estate developers, investors, owners and vertical media to share industry news, learn market trend and exchange market information, achieving the three goals - investors and managers, projects and designers, products and channels.


Hotel Plus Mockup Room Show Press Conference


The press conference will be held in March 2020, releasing the new trends of the hospitality industry in the coming year. Plenty of journalists from different industry media will attend the press conference and do interview, the fields cover finance, tourism, real estate, design and investment.


Hotel Design Innovation Forum

Combined with Hotel Plus MockupRoom Show, the forum focus on the new way of hotel development and the innovation model of hotel operation. Attendees will be inspired by keynote speeches and round table discussion from national and international perspectives, covering hot topics of National Strength, Mobile Accommodation, International Brand, Family-friendly Design, Commercial Design, B&B.



2019 PARTICIPATORS

Hampton by Hilton

Dossen International Group

Fairfield by Marriott

Shimao Star Hotels Group

SUNMEI GROUP

SAVILE HOTEL GROUP

12000 Hotels Group

Opera Movie Hotel Group

Iyee Hotel Design

Zhongmin Container Hotel

G.T.S.G.I. Beijing

CROX

Daguan Design Association

Scale Art Design Corporation

The Third Space

iMBox

Yi Jian Yu Zhou

Design-ing

Jiarong Construction

Depth Design






Hotelier Indonesia



Membanggakan, TEI ke-34 Tahun 2019 Sukses Bukukan USD 9,30 Miliar

Tangerang, 20 Oktober 2019 – Penutupan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 tahun 2019 membawa kabar gembira. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward mengungkapkan, TEI ke-34 sukses meraup capaian senilai USD 9,30 miliar atau meningkat 9,6 persen dibandingkan capaian tahun lalu yang sebesar USD 8,49 miliar.


Biro Hubungan Masyarakat

Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110
Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711
www.kemendag.go.id

“Perolehan tersebut merupakan hasil penghitungan hingga hari ini (20/10), pukul 13.00 WIB. Transaksi tersebut masih akan terus bertambah, mengingat beberapa buyers terus melakukan negosiasi dan kunjungan ke produsen. Transaksi di lantai pameran pun masih akan berlangsung hingga akhir hari ini. Untuk itu, kita patut berbangga atas capaian TEI tahun ini,” ujar Dody pada penutupan TEI ke-34 tahun 2019, Minggu (20/10).

Capaian selama TEI tersebut, lanjut Dody, terdiri dari transaksi barang/produk, transaksi investasi, dan transaksi jasa. Negara dengan transaksi perdagangan barang tertinggi adalah Mesir, Jepang, Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Sementara itu, produk transaksi terbesar adalah makanan olahan, kertas dan produk kertas, minyak kelapa sawit (CPO), produk pertanian, dan kopi. Sedangkan pada kegiatan penjajakan kerja sama bisnis, terdapat buyers dari 36 negara yang berpartisipasi, diantaranya Jepang, Meksiko, India, Serbia, dan Malaysia.

Untuk jumlah peserta pameran (exhibitor) tercatat sebanyak 1.500 perusahaan yang berpartisipasi. Jumlah ini meningkat 29,3 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 1.160. Dari jumlah peserta tahun ini, tercatat 295 pelaku usaha dari 34 provinsi di Indonesia mengisi Paviliun Pangan Nusantara.

Untuk jumlah pengunjung, juga terjadi peningkatan pada TEI tahun ini dibanding tahun lalu sebesar 15,8 persen. Tahun lalu tercatat sebanyak 33.333 pengunjung, sedangkan tahun ini 38.590 pengunjung. Dari jumlah tersebut, buyers tercatat sebanyak 5.293 orang telah hadir dari 135 negara dan akan terus bertambah hingga pameran berakhir malam hari ini.

“Hasil final baik transaksi maupun jumlah pengunjung akan kami sampaikan pada konferensi pers pada 25 Oktober 2019,” lanjut Dody.

Atas seluruh capaian perolehan ini, Dirjen PEN memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung penuh pelaksanaan TEI ke-34. Mulai dari Kementerian/Lembaga terkait, pemerintah daerah, perwakilan RI di luar negeri, para pelaku usaha, asosiasi, UKM, pihak penyelenggara, dan media.



“Seperti tahun lalu, pada TEI ke-34 tahun ini kembali terlihat aktualisasi sinergitas antarkementerian. Hal ini dibuktikan dengan realisasi melebihi perolehan tahun lalu. Sinergi, koordinasi, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam peningkatan ekspor nasional akan terus kita tingkatkan di masa mendatang,” ujar Dody.

Dirjen PEN juga menegaskan, capaian ini tak lepas dari kerja keras segenap perangkat Kementerian Perdagangan, baik di dalam negeri sebagai penggerak ekonomi nasional, maupun para perwakilan perdagangan di luar negeri yang telah melaksanakan diplomasi perdagangan dengan sangat baik.

“Para pelaku usaha harus dapat memanfaatkan setiap peluang untuk mempromosikan produk-produk unggulannya ke pasar global. Kementerian Perdagangan dan segenap jajarannya siap membantu para pelaku usaha yang berkontribusi menjaga neraca perdagangan melalui peningkatan ekspor,” tegas Dody.

Capaian Membanggakan Lainnya




Sejumlah capaian membanggakan lainnya yaitu penandatanganan Pernyataan Bersama Penyelesaian Substansi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Korea Selatan (IK-CEPA). Penandatanganan dilakukan Mendag RI Enggartiasto Lukita dan Mendag Korsel Yoo Myung-Hee pada hari pembukaan TEI ke-34, Rabu (16/10). Dilakukan juga peluncuran sistem informasi terintegrasi ekspor dan impor yang berisi informasi tarif, peraturan ekspor ke negara tujuan, peraturan impor dari negara tujuan, dan ketentuan asal barang. Sistem terintegrasi tersebut dapat diakses melalui situs web http://exim.kemendag.go.id.

Help Desk yang baru dihadirkan tahun ini juga dirasakan memberi manfaat lebih dalam memberikan informasi dan layanan publik mengenai semua perjanjian terkait ekspor, impor, dan investasi. Sampai dengan hari ke-4 penyelenggaraan TEI ke-34, tercatat sebanyak 1.309 orang telah mencari berbagai informasi ke stan Help Desk.

Sementara itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah kegiatan juga telah sukses terlaksana. Trade, Tourism, and Investment (TTI) Seminar dan rangkaian kegiatan yang mengiringinya telah digelar, yaitu diskusi regional, gelar wicara, TEI Textile Showcase and Summit (TEITSS), dan Forum Bisnis.

Selain TTI Seminar dan rangkaiannya, diadakan pula kegiatan pendukung lainnya. Berbagai kegiatan tersebut yaitu konsultasi bisnis yang telah diberikan kepada 548 pelaku usaha oleh 50 narasumber; misi dagang lokal; kompetisi perusahaan rintisan (start up) berorientasi ekspor; serta pertemuan delegasi negara asing dengan kementerian/lembaga terkait asosiasi, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Dilaksanakan pula pertemuan (courtesy call) Mendag RI dengan beberapa negara mitra, yaitu Menteri Perdagangan dan Perindustrian Kerajaan Eswatini Manqoba Khumalo dan Delegasi Economic Eurasian Commisions (EEC). Sedangkan, pertemuan antara Dirjen PEN dilakukan dengan Delegasi dari Malaysia, Australia, Mesir, Madagaskar, dan Brasil.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Olvy Andrianita
Kepala Biro Humas
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax: 021-3860371/021-3508711
Email: [email protected]








Hotelier Indonesia Golf

PGA Catalunya Resort earns double crown at the 2020 IAGTO Awards

17 October 2019


PGA Catalunya Resort, near Girona, has collected the IAGTO Sustainability Award for Nature Protection 2020, while its 5* Hotel Camiral won the Hotel Experience Award for Spain.


Each year, the IAGTO Sustainability Awards, which form part of the golf tourism industry’s wider IAGTO Awards, recognise excellence in environmental and social responsibility. They are awarded by global golf tourism trade association IAGTO (International Association of Golf Tour Operators) in conjunction with non-profit golf sustainability body, the GEO Foundation, and sanction GEO Certified venues in three key areas of sustainability – Nature, Resources and Community.

“As a certified venue since 2013, PGA Catalunya Resort has long fostered a strong environmental ethos, steadily transforming itself into an important and recognised ecological reserve,” commented CEO David Plana. “From the use of 100% recycled water to irrigate our two critically-acclaimed courses, the landscaped areas of the estate and the properties’ individual gardens, to the recruitment of our own resident biologist, Oriol Dalmau, we have invested in a number of programmes that aim to support the wildlife of the estate.”

The European Tour Destination soon realised that while many species of plant and animal in the wider region were struggling, the local flora and fauna on the estate were now flourishing. Local breeds of bats, birds, frogs, tortoises and certain plant varieties were all benefiting from PGA Catalunya Resort’s own particular ecosystem, not to mention the colony of one million bees of a local endangered variety, which is now thriving.



“The multitude of unique nature-based activities on offer at PGA Catalunya Resort have helped it develop a unique identity away from golf,” commented Jonathan Smith, GEO Foundation Executive Director. “Be it bird watching around the lakes, a guided tour of the tree species, beekeeping workshops, or capturing, labelling and releasing endangered native turtles, people of all ages have been attracted to take part and develop new skills, as well as learn about and experience the wildlife this 36-hole resort nurtures.

“PGA Catalunya Resort is also home to an ecological, organic garden, a five-hectare vineyard and 18 hives from which it produces its own honey,” he continued. “It’s a multi-functional facility that is delighted to share its natural surroundings with the local community and tourists alike. It’s therefore a worthy winner of the Nature category for 2020.”

In celebration of the 20th annual IAGTO Awards, a new category was introduced – Hotel Experience Award – which recognises hotels in 25 key countries/regions that deliver the best possible experience for visiting golf travellers.

The association’s 700+ golf tour operators voted PGA Catalunya Resort’s Hotel Camiral as the outright winner for Spain, rewarding the 5* hotel for its outstanding product, service and experience their clients had enjoyed in the past year.

For more information about the 2020 IAGTO Awards, which were presented at the end of the International Golf Travel Market in Marrakech, and to download high resolution photos and logos, please visit: www.iagto.com/awards

For further information about PGA Catalunya Resort, please visit www.pgacatalunya.com






About PGA Catalunya Resort
Opened in 1999, PGA Catalunya Resort quickly established an international reputation for outstanding quality. The Stadium Course is ranked the number one golf course in Spain by the www.top100golfcourses.com website. PGA Catalunya Resort is ranked the number one resort in Spain by Golf World magazine, which also recognises the venue in its World Top 100 Courses.

The 36-hole resort also offers two accommodation options – Hotel Camiral, a member of The Leading Hotels of The World and Girona's only 5* hotel, and LAVIDA Hotel, aimed at the active traveller. In addition, the European Tour Destination comprises a discreet, low-density real estate development, with first-class leisure facilities and a select number of villa plots, stylish modern semi-detached villas, and luxury apartments. Conveniently situated close to Girona-Costa Brava Airport (five-minute drive) and Barcelona International Airport (one-hour drive), the venue also benefits from the recently completed high-speed train line that links Girona (approximately 15 kilometres from PGA Catalunya Resort) to the rest of Spain and Europe, which provides even faster connections to major cities, including Barcelona, which can now be reached in only 37 minutes.

www.pgacatalunya.com | www.hotelcamiral.com | www.lavidahotel.com

Full list of PGA Catalunya Resort’s accolades:

  • 1999 – the UK’s Golf World magazine cites PGA Catalunya Resort’s Stadium Course as Best New Course in Europe
  • 1999-2018 – continues to be recognised in Golf World’s Continental European Top 100 Courses, listed in the Top 10
  • 2008 – ranked among Peugeot Golf Guide’s Top 1,000 Courses in Europe
  • 2009 – voted No.3 in Golf Monthly’s Top 20 European Courses
  • 2011 – maintained its top-five position in the Top 50 Courses of Continental Europe rankings, published by the UK’s influential Golf Monthly magazine
  • 2011 – named among the World’s Top 100 Golf Course rankings of Golf World
  • 2012 – runner-up in both ‘Best Course’ and ‘Best Hotel’ categories of the inaugural Today’s Golfer Travel Awards
  • 2012-2019 – ranked Spain’s No.1 golf course by Top100golfcourses.com
  • 2013-2014 – voted Best Golf Development in Europe by International Property Awards
  • 2014 – both courses recognised in Golf Journal 2014 course review: Stadium Course awarded 83/100 points and Tour Course awarded 69/100
  • 2014 – one out of only two international courses included in Fairways Magazine’s Best Golf 2014
  • 2014 – ranked 4th in Golf Digest Spain’s Best Spanish Courses listing
  • 2014 – named European Golf Resort of the Year 2015 by the International Association of Golf Tour Operators (IAGTO)
  • 2014 – Stadium Course voted Spain’s Best Golf Course 2014 at the inaugural World Golf Awards
  • 2015-2016 – awarded Best Golf Development in Europe by International Property Awards for second consecutive time
  • 2016 – topped ‘Best Course’ and ‘Best Hotel’ categories for Spain in latest Today’s Golfer Travel Awards
  • 2016 – named ‘Best Grand Golf Hotel’ Golf Digest’s inaugural Editors’ Choice awards
  • 2017 – ranked 3rd in Golf World’s inaugural Top 100 Resorts of Continental Europe
  • 2017 – Hotel Camiral added to The Leading Hotels of the World portfolio
  • 2018 – both courses recognised in Golf Journal 2018 course review: Stadium Course awarded 83/100 points and Tour Course awarded 71/100 (up 2 points from 2014 review)
  • 2018 – Clubhouse Renovation of the Year 2018 – Golf Inc 
  • 2018 – Stadium Course recognised as ‘Best Golf Course in Spain’ at World Golf Awards 2018
  • 2018 – ranked 2nd in Golf World’s Top 100 Resorts of Continental Europe
  • 2019 – ranked 6th in Golf World’s Top 100 Courses of Continental Europe







#hotelier #hotelierindo #indonesia #hotelierindonesia #hotgolf #hotel #golf




Hotelier Indonesia



Suguhkan Beragam Produk Desain, Mebel dan Kriya Berkualitas, Hospitality Indonesia Siap Dukung Sektor Pariwisata Indonesia


Jakarta, 16 Oktober 2019. Hospitality Indonesia, ajang pameran industri hospitality dan desain satu-satunya di Indonesia akan digelar untuk kedua kalinya pada 23-26 Oktober 2019 di Hall A - Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta.

Pameran ini terselenggara atas kolaborasi antara API Traya dan JIExpo Kemayoran Jakarta, serta didukung oleh Kementerian Perindustrian, Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum (IFPF). Bertempat di area seluas 8000 meter persegi, Hospitality Indonesia yang berkonsep Business To Business (B to B) ini menghadirkan lebih dari 100 peserta pameran yang terbagi dalam sejumlah sektor yaitu Furniture & Craft Indonesia, Mozaik dan Hotel Sourcing Indonesia.

Berbalut tema “Engage the Future of Hospitality”, Hospitality Indonesia siap menjawab kebutuhan desain, interior hotel restoran dan cafe (horeca), para pelaku bisnis hospitality lainnya termasuk pemilik co-working space, industri e-commerce, distributor dan masyarakat umum. “Pameran ini menjadi sarana yang tepat bagi para pelaku industri, mulai dari industri mebel, industri kreatif dan industri pariwisata untuk saling berjejaring dan bersinergi dalam mendorong geliat ekonomi di Indonesia,” papar Presiden Diretur Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawan.

Bergairahnya industri hospitality di tanah air dipicu oleh tren pertumbuhan sektor pariwisata yang terus mengalami peningkatan yang positif. Menurut Kementerian Pariwisata, sektor pariwisata pada tahun 2018 terjadi kenaikan devisa sebesar 20 persen atau senilai US$20 miliar dibanding tahun 2017 yang berada di angka pencapaian US$ 16,8 miliar. Bahkan sektor pariwisata disebut Ketua Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong sebagai 2 sektor yang investasinya berpeluang tumbuh pesat tahun ini setelah e-commerce.

Kegairahan ini membangkitkan semangat pelaku industri perhotelan, restoran dan penunjang pariwisata untuk giat berbenah meningkatkan layanan dan visualisasi interior yang nyaman (homey). Kebutuhan inilah, menurut Wakil Ketua Himpunan Desain Interior indonesia (HDII), Dina Hartadi, menjadi tantangan bagi desainer Indonesia untuk menciptakan kreasi yang mampu memberikan unsur kejutan “Wow” yang sesuai dengan tren terkini. Dan, sekaligus juga menjadi tantangan bagi industri manufaktur untuk saling berkolaborasi menciptakan produk yang berkualitas dengan harga kompetitif.

Pesatnya pertumbuhan industri pariwisata, diakui Dina Hartadi salah satunya dipengaruhi oleh gaya hidup millenial yang senang dengan travelling. Hal ini juga menuntut desainer untuk lebih cepat menangkap tren yang disukai kalangan milenial yang pada akhirnya mendorong industri furniture, desain, kriya dan elemen pendukung lainnya untuk siap mememenuhi kebutuhan tersebut.

Soal kualitas, Dina Hartadi mengatakan, produk-produk industri hospitality Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga berhasil diterima di pasar internasional. Ini dibuktikan dari tingginya permintaan dari sejumlah negara di Eropa, Amerika dan Timur Tengah. Bahkan tidak sedikit desainer Indonesia yang dipercaya untuk mendesain hotel-hotel di luar negeri



“Kualitas para pelaku industri hospitality dalam negeri tak kalah dari luar. Banyak produk hospitality lokal yang mampu bersaing di kancah global. Karena itu melalui ajang ini, kami berharap dapat membangkitkan minat masyarakat Indonesia untuk semakin mencintai produk-produk lokal dan menggunakannya,” ujar Wakil Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Dina Hartadi.
Dina Hartadi menambahkan, Hospitality Indonesia sangat mendukung perkembangan industri perlengkapan hospitality dalam negeri ,karena 100% peserta pameran adalah para supplier lokal berkelas internasional. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu khawatir lagi karena sudah terjamin dari segi kualitas maupun ketersediaannya.


Pada sektor Furniture & Craft Indonesia, akan hadir sejumlah furniture dalam negeri berkualitas internasional seperti Indoexim Internasional, Rapi Furniture, Otazen Contracts hingga Decorus yang telah berpengalaman melayani kebutuhan eksport dan proyek-proyek residensial internasional.


Pada sektor Mozaik Indonesia, sejumlah nama dihadirkan, diantaranya Adi Kencana, Iswari Interior, Mil & Bay, dan Du’Anyam. Mereka siap memikat pengunjung dengan berbagai inovasi desain dalam bidang interior design, furniture design, interior textiles, lighting, home textiles hingga landscape design.


Sementara pada sektor Hotel Sourcing Indonesia, sejumlah brand kenamaan seperti Suparma, BenQ dan Massindo Karya Prima akan tampil lewat berbagai terobosan pada mattress design & technology, tableware, horeca equipment, hospitality technology, hingga perlengkapan spa dan wellness.

Menariknya, Hospitality Indonesia tak hanya menyuguhkan kegiatan pameran saja. Untuk pertama kalinya, gelaran ini akan memberikan penghargaan Gold Designer kepada desainer yang berprestasi atas karya-karyanya dalam bidang hospitality. Adapun penerima penghargaan Gold Designer tahun ini jatuh kepada Eugenio Hendro yang kini berkolaborasi dengan Bramble, sebuah perusahaan furnitur berbasis di AS yang berfokus pada furniture buatan tangan (handmade) di Indonesia.

Bagi para pengunjung yang penasaran melihat karyanya, dapat berkunjung ke instalasi desain “The Lobby” berupa dua buah ruang yang terletak di Hall A1 dan A3 di JIExpo. Di sana para pengunjung dapat melihat sebuah mahakarya hospitality menarik yang memadukan antara unsur bumi dan laut yang telah dipersiapkan selama 4 bulan.

Pengunjung juga disuguhkan rangkaian seminar dan workshop inspiratif bertajuk InspireTalk yang menghadirkan para pembicara kompeten di bidang hospitality dan design. Dari HDII menghadirkan 2 desainer Indonesia yaitu William K. Patty dari Hadiprana dan Ariya Sradha dari Tata Wastu Asia yang banyak mendebutkan karya desain hotel di Indonesia dan luar negeri. Mereka siap berbagi pengalaman, idea, dan tren terkini khususnya dalam desain resort dan business hotel (23 Oktober 2019). Topik lainnya yang menarik diangkat bertajuk “The Lobby : Inspired by Land and Sea:, “Think Thank Talks by Anabata (23 Oktober 2019) dan ‘Smart Comfort Seminar by Spring Air” (25 Oktober 2019).

Pada hari terakhir, Sabtu, 26 Oktober 2019, Hospitality Indonesia mengundang masyarakat umum untuk datang tanpa dikenakan tiket masuk mulai dari pukul 10.00-17.00 WIB. Selain berkesempatan mendapatkan inspirasi terkait tren hospitality terkini, masyarakat umum juga dapat membeli produk-produk interior, tableware, dan spa langsung dari produsen dengan harga promo.

Hospitality Indonesia, diselenggarakan di Hall A, Jakarta Internatioal Expo (JIExpo) Kemayoran, 23 – 26 Oktober 2019. Jam buka pameran 23 – 25 Oktober 2019 pukul 10.00 – 18.00 WIB, tiket masuk Rp.50.000 atau gratis dengan melakukan registrasi online di http://hospitality-indonesia.com/visitor-registration/. Jam buka pameran 26 Oktober 2019 pukul 10.00 – 17.00 WIB, gratis.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Hospitality Indonesia, silakan menghubungi koordinator media, Kartina Ika Sari, 081310976735 atau [email protected]

Tentang API/TRAYA

API Traya adalah bagian dari PT Amara Pameran Internasional, yang memiliki 5 anak perusahaan penyelenggara pameran dengan fokus masing masing pada industri spesifik yang berbeda.

Sebagai salah satu penyelenggara pameran terkemuka di Indonesia, PT Amara Pameran Internasional sukses mendebut event- event besar di tanah air, diantaranya GIIAS (Gaikindo Indonesia International Autos Show), Indocomtech, IDEC (Indonesia Dental Exhibition & Conference) dan sebagainya.


Hotelier Indonesia



October 2019

First edition of TXCA & CLE positions show as indispensable platform for laundry and textile care industry


Texcare Asia and China Laundry Expo (TXCA & CLE) closed its doors at the Shanghai New International Expo Centre after three successful days of business. In addition to the latest exhibitor feedback, visitor numbers prove that this was a logical next step in creating an improved platform with added value for the laundry and textile care industry. 25,202 visitors from all over the world came to Shanghai to boost their business and grow their global network. The attendance of 311 international brands from 21 countries and regions, with a strong presence of exhibitors from Germany and the US, highlighted the international character of the fair. To reflect the trends of the ever-evolving industry landscape, this edition put a strong emphasis on technology and sustainability, specifically underlining the importance of RFID. 


With 25,202 people finding their way to Shanghai, the 2019 edition of TXCA & CLE is one for the books. The organisers noted significantly more visitors than expected. Mr Richard Li, General Manager at Messe Frankfurt Shanghai Co Ltd, adds: “This edition was truly a success. With more attention for sustainability and technology, RFID in particular, we were able to provide a product range that reflected what is currently going on in the laundry and textile care industry. The fact that a number of international companies joined us on the fairground, proves that with the merger of the shows, we are able to create added value for both domestic and overseas brands. Together with our exhibitors, we were delighted to see so many industry professionals gather in Shanghai. Visitor numbers were a lot higher than expected, and I think everybody will conclude that our show has positioned itself as a valuable asset in the market.”



Ms Xiuping Han, General Manager of Unifair Exhibition Service Co Ltd, also comments: “The textile care industry is developing towards standardisation, scale, automation and intelligence. As Asia's one-stop sourcing platform for washing technology and equipment, TXCA & CLE gathers industry experts and leading companies to promote the all-round information exchange and communication between stakeholders in the industry. The exhibition space, as well as the number and quality of both exhibitors and visitors couldn’t be better after the merger. The show has become a great place for business and has definitely played an important role in the future development of the industry.”


Strong representation of international brands
The 2019 edition was happy to see a total of 311 domestic and international exhibitors filling up its booths, which clearly reflected the international character of the show. TXCA & CLE proudly presented a selection of seven key German industry brands to the audience, including BÖWE, Kreussler, Herbert Kannegiesser, Maxi-Press, Miele, Seitz and Veit, who presented their latest technologies and innovations. Next to that, a noteworthy amount of US exhibitors attended the show, with brands like Alliance, AquaRecycle, DJ, Ecolab, Hoffman, Maxi, Whirlpool and more showcasing laundry machines, water treatment techniques, detergents and components.


Focus on RFID
The development of the IoT and the advancement in production automation is resulting in an increased use of RFID in the laundry industry, and the Chinese market is following this trend. TXCA & CLE gathered a number of field experts to share their knowledge and experience. Attending brands included Bundle, Datamars, Dresscode, Etexsys, EWELL, Finove, Spotag and Thermopatch. They provided visitors with necessary insights and relevant information on the latest technological innovations in their specific areas.


Fringe programme highlights
The 2019 fringe programme aimed on giving attendees a preview of future technologies, and in-depth insight in smart and green laundry solutions. Visitors attending the different events confirmed unanimously that the selected topics were once again on point, and additionally provided them with a good opportunity to connect with industry peers and broaden their network. Highlights were the 2019 World Laundry Industry Summit Forum, the Laundry and Dyeing Industry Professional Skills Competition, the Seminar on New Mode and Market Prospect of Leather Care and the Hotel Green Laundry Summit Forum.


The strong support from both local and overseas laundry associations lifted the quality of the buyers at the show to the next level. Next to a significant number of professionals from mainland China, the fair also welcomed delegations from Hong Kong, Taiwan, Macau, Singapore, Korea, etc. TXCA & CLE aims to keep building on this success and cordially invites all visitors and exhibitors to join the 2020 edition, which will take place from 6 to 8 August 2020.


EXHIBITOR FEEDBACK

Mr Julien Buros, Director Products and Services, Datamars Textile ID, DATAMARS SA
“Our company provides solutions for traceability, based on RFID. We attend TXCA & CLE because China is an important market to us. The increase in demand for RFID here is definitely picking up, so this show provides us with an excellent opportunity to tap into this potential. The textile care industry in China is changing. Europe and the US already had a market for renting textile and today, the Chinese market is also moving towards this model. In that context, RFID is very important. Our target customers are the laundry owners and managers, and although it's only the first day, we’ve already welcomed lots of people to our booth. Not only from China, but also from Singapore and Malaysia. This edition is set to be a success.”


Mr Martin Rauch, Chief Sales Officer, Member of the Executive Management Team, Jensen
“We use TXCA & CLE as an opportunity to work on our branding and do a lot of networking. We were able to meet Chinese customers, but also people from West-Asia and a lot of suppliers and manufacturers. This show has reached a similar level as the fairs in Europe and the US. TXCA & CLE is probably the only trade fair where we actually get to place orders and close contracts, but that is not our main reason for being here. We want to show people what we’re doing and allow them to discover our new products. The main focus is on networking and presenting the company. The Chinese market is doing a generation jump from very simple machinery a couple of years ago, to fully automated processes, water reduction and labour savings. All the things that we implemented in Europe, we’re now seeing here as well. And there seems to be a lot of money out there from investors that are looking for opportunities.”


Mr Otto Burger, Vice President of Sales, Herbert Kannegiesser GmbH
“Kannegiesser was one of the initiators of Texcare Asia many years ago. After the merger, TXCA & CLE is a very good platform to network and we’ve welcomed a lot of people to our booth this week. Kannegiesser has been in China for 15 years with its laundry division, and with the textile care division even longer. The market here is huge and it’s developing at a fast pace. Four years ago, customers were mainly focused on investment and price. But this mindset is changing. A lot of companies are prepared to invest more to be able to lower their operation cost, for example. There is a lot more focus on sustainability, which is also being pushed by the government. It’s a must and a very good signal, because it can help develop the laundry business.”


Mr Hong Chen, Chairman, Jiangsu Sea-lion Machinery Co Ltd
“We brought our new series of dual channel spreader and folding machine, together with our revolutionary new technology of micro-particle laundry, in cooperation with UK company Xeros, to the fair. All of these are energy-saving and environmentally friendly, which is a trend in the industry. The requirements for saving energy, green initiatives, environmental protection, intelligence and high efficiency will become stricter, to meet the needs of domestic and foreign customers for high-end equipment. We found the visitor profile of this fair very diverse. We have already closed a deal with the representatives from South Korea and Singapore. This is absolutely an encouragement and support for us.”


Mr Guanhua Liu, General Manager/ Director of Sales – China, Alliance Laundry Equipment (Guangzhou) Ltd
“The quality of the professional visitors of this fair is very high. It doesn’t only attract a local audience, but also professionals from Asia, Southeast Asia and more. This time we brought the latest washer and dryer with touch screen control (dryer at the top, washer at the bottom), which was popular among the audience when it first appeared in the US market in July. We believe its debut in Asia Pacific will also create excitement and an impact on the market. The refined washing equipment products we brought to the fair use environmental protection technology, which allows us to use wet wash instead of dry cleaning, so as to be in line with government environmental protection policies. We were able to meet with professional visitors from laundry factories and laundry rooms. We will come back again next year to showcase our professional and environmentally friendly equipment.”


Mr Liyi Lv, President, Shanghai Weishi Machinery Co Ltd
“The first edition of Texcare Asia and China Laundry Expo is definitely the most popular exhibition, with a very wide product range, in the industry. The product offer totally reflects the local market demand. In the laundry industry, the finishing equipment technology is still full of opportunities. We hope to use this platform to facilitate industry communication so as to improve the standard. We have also contacted many practitioners from medical institutions and hotels. Visitors are interested in automation equipment, and with strong purchasing power. This also implies that the future of China's laundry industry will be focusing on automation and intelligent developments.”


VISITOR FEEDBACK

Mr Fuzeng Pan, President, Beijing Laundry Industry Association
“The economy is not growing as strong as before, and the operational costs are increasing. That is why we came to TXCA & CLE: to get first-hand industry information and to stay on top of the current trends. This is the first edition after the merger and we are all very excited. We organised about 20 buyer delegations to the fair. We mainly focus on automation to reduce costs, which is becoming increasingly important in a market that shifts towards environmentally friendly processes and saving energy. We were able to talk to a truly international selection of industry elites.”



Mr Weimo Wang, Chairman of Laundry Business Association of Taiwan
“We organised about 30 buyer delegations to the fair this year. I am very impressed by the fact that the show gathered so much well-known brands. The product quality of the laundry equipment in China has drastic increased. Although the economy has not been strong as before during the past two years, seeing this pushes us to do better and to stay innovative. I am very optimistic about the future of the industry! Besides laundry equipment, we also had a look at the detergents and leather care products in hall N3. The worldwide focus on environmental aspects is increasing and government policies are gradually changing as well. As a result, the demand for green detergent is going up. I am happy to see that the fair expanded its product range to stay in line with these latest industry trends”.



Mr T P Chan, Chief Executive Officer, Laundry Network Pte Ltd, Singapore
“I visit TXCA & CLE to understand the demands and expectations of the market, to look for solutions and to share my findings with my partners in the laundry industry in Asia Pacific. The Chinese market is developing quickly. In the past, companies were mainly focussed on equipment and facilities. Today, they are leaning more and more towards artificial intelligence, technology and ways to optimise labour efficiency and save energy. Our company has been focussing on technology for a while, and the challenge is to convince people that it is worth the investment. I’ve been attending the show every year since 1998, and it’s amazing to see how much it has grown, and how so many industry professionals are gathering here. I look forward to seeing them all again next year! Well done!”


TXCA & CLE is an annual event organised by the China Laundry Association and the China Light Industry Machinery Association from the industry, as well as Messe Frankfurt (Shanghai) Co Ltd and Unifair Exhibition Service Co Ltd. To find out more details about the show, visit txca-cle.com or email [email protected].


The show is part of Messe Frankfurt’s textile care events. Texcare International is the international flagship fair of this brand, and is held every four years. It provides an international venue for the textile care sector in Frankfurt, Germany. The upcoming edition will be held from 20 – 24 June 2020. For further details, please visit www.texcare.messefrankfurt.com.


Background information on Messe Frankfurt
Messe Frankfurt is the world’s largest trade fair, congress and event organiser with its own exhibition grounds. With more than 2,500 employees at 30 locations, the company generates annual sales of around €718 million. We have close ties with our industry sectors and serve our customers’ business interests efficiently within the framework of our Fairs & Events, Locations and Services business fields. One of the Group’s key USPs is its closely knit global sales network, which extends throughout the world. Our comprehensive range of services – both onsite and online – ensures that customers worldwide enjoy consistently high quality and flexibility when planning, organising and running their events. The wide range of services includes renting exhibition grounds, trade fair construction and marketing, personnel and food services. Headquartered in Frankfurt am Main, the company is owned by the City of Frankfurt (60 percent) and the State of Hesse (40 percent).

For more information, please visit our website at: www.messefrankfurt.com