Articles by "Event"
Showing posts with label Event. Show all posts

PERNYATAAN DARI REED PANORAMA EXHIBITIONS DAN ASOSIASI ANEKA INDUSTRI KERAMIK INDONESIA (ASAKI) – ORGANISER DARI KERAMIKA 2020


JAKARTA, 09 Maret 2020: Co-Organiser Reed Panorama Exhibitions dan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) hari ini mengumumkan bahwa pameran Keramika 2020 yang seharusnya diadakan pada tanggal 19-22 Maret 2020 di Jakarta Convention Center akan di jadwal ulangkan di tanggal 11-14 Juni 2020.
 
Mengikuti himbauan dari pemerintah daerah Jakarta setempat sehubungan dengan penyelenggaraan kegiatan atau acara yang menimbulkan pengumpulan banyak orang dikarenakan COVID-19 dan sebagai bentuk tindakan dari penahanan surat izin, Reed Panorama Exhibitions telah mengambil keputusan untuk menjadwal ulang pameran tersebut.

Steven Chwee selaku General Manager - Reed Panorama Exhibitions mengatakan “Kesejahteraan peserta pameran, mitra dan karyawan akan selalu menjadi prioritas kami. Oleh karena itu kami memutuskan manjadwal ulangkan penyelenggaraan pameran Keramika 2020 untuk memastikan bahwa Keramika Indonesia dapat terus menjadi wadah bisnis terbaik bagi pelaku industri.”

“Kami menyadari ketidaknyamanan yang timbul akibat penundaan ini terhadap peserta pameran dan mitra kerja kami, oleh karena itu kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu semua klien dan mitra kerja kami dengan mempersiapkan tanggal baru untuk pameran tersebut. Atas nama tim, Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan selama ini.” ujar Steven Chwee. Edy Suyanto, Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), menambahkan


“ASAKI mempertimbangkan kondisi keselamatan, kepentingan dan kenyamanan semua stakeholder yang berpartisipasi dan terlibat di dalam penyelenggaraan pameran Keramika di tengah situasi global saat ini yang terkait dengan wabah COVID-19. Pertimbangan ini menyusul pengumuman dari pemerintah Indonesia, beberapa hari lalu yang menyatakan bahwa dua orang terinfeksi COVID-19. Dengan demikian, keputusan yang telah dibuat dari ASAKI dan Reed Panorama Exhibitions untuk menjadwalkan kembali pameran Keramika ke tanggal 11-14 Juni 2020 adalah tindakan yang sangat
tepat dan terbaik untuk seluruh stakeholder Keramika.

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami:
Pertanyaan terkait exhibitor:
Hendra Nolana
Tel: +62 21 3952 0980
Email: [email protected]

Pertanyaan terkait exhibitor:
Endah Ratri
Tel: +62 21 3952 0977
Email: [email protected]





Hotelier Indonesia

PERNYATAAN DARI REED PANORAMA EXHIBITIONS – ORGANISER  DARI MEGA BUILD INDONESIA 2020


JAKARTA, 09 Maret 2020: Reed Panorama Exhibitions hari ini mengumumkan bahwa  pameran Mega Build Indonesia yang seharusnya diadakan pada tanggal 19-22 Maret  2020 di Jakarta Convention Center akan di jadwal ulangkan di tanggal 11-14 Juni 2020. Mengikuti himbauan dari Pemerintah Daerah Jakarta sehubungan dengan penyelenggaraan kegiatan atau acara yang menimbulkan pengumpulan banyak orang dikarenakan COVID-19 dan sebagai bentuk tindakan dari penangguhan surat izin, pihak  penyelenggara memutusan untuk menunda penyelenggaraan pameran tersebut.

Steven Chwee selaku General Manager - Reed Panorama Exhibitions mengatakan  “Kesejahteraan peserta pameran, mitra dan karyawan akan selalu menjadi prioritas kami. Oleh karena itu kami memutuskan manjadwal ulangkan penyelenggaraan pameran Mega Build Indonesia 2020 untuk memastikan bahwa Mega Build Indonesia dapat terus menjadi  wadah bisnis terbaik bagi pelaku industri.”


“Kami menyadari ketidaknyamanan yang timbul akibat penundaan ini terhadap peserta  pameran dan mitra kerja kami, oleh karena itu kami akan melakukan yang terbaik untuk  membantu semua klien dan mitra kerja kami dengan mempersiapkan tanggal baru untuk  pameran tersebut. Atas nama tim, Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak  atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan selama ini.” ujar Steven Chwee.

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami:
Pertanyaan terkait exhibitor:
Hendra Nolana
Tel: +62 21 3952 0980
Email: [email protected]
Pertanyaan terkait media:
Endah Ratri
Tel: +62 21 3952 0977
Email: [email protected]



Hotelier Indonesia






REED PANORAMA EXHIBITIONS

Hadirkan Pameran Desain, Arsitektur dan Material Bangunan Terbesar Bulan Maret 2020 Mendatang


Jakarta, 20 Februari 2020 – Dengan tingkat pertumbuhan belanja infrastruktur sebesar 21% pada 5 tahun pertama presiden Joko Widodo menjabat (2014-2019), program pembangunan infrastruktur dan bangunan memberikan efek yang signifikan terhadap sektor ekonomi nasional. Penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan proyek perumahan baru berhasil menopang pertumbuhan ekonomi di sektor properti di Indonesia. Efek pembangunan infrastruktur dapat dilihat dari makin banyaknya bangunan komersial maupun ritel dan juga makin menonjolnya pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum yang dibangun pada lokasi pariwisata (seperti proyek 10 Bali Baru). Selain itu, sektor hospitality seperti hotel dan resort serta di sektor kesehatan seperti rumah sakit juga terus bertumbuh di kota-kota besar dan lokasi pariwisata yang di prioritaskan oleh pemerintah.





Mengawali tahun 2020, Reed Panorama Exhibitions kembali menghadirkan pameran kelas dunia guna menopang kebutuhan pembangunan yang besar di Indonesia, yaitu pameran desain, arsitektur dan material bangunan Megabuild Indonesia 2020. “Seperti pameran Megabuild sebelumnya, Megabuild 2020 adalah sumber inspirasi, baik untuk Pemilik bangunan, designer, arsitek maupun individu, kami menghadirkan solusi dan tren terkini bagi para pengunjung,” Steven Chwee, General Manager, Reed Panorama Exhibitions.







Megabuild 2020 – Be Inspired, akan menjadi gelaran ke-19 pameran untuk arsitektur, desain, dan bahan bangunan terlengkap. Dengan tema “Be Inspired”, fokus pameran ini adalah untuk menunjukkan tren, desain serta bahan-bahan terbaru, mendorong industri arsitektur dan desain interior ke level yang lebih tinggi, dimana hal-hal yang disebutkan sebelumnya adalah alasan mengapa para pengunjung Megabuild Indonesia mengunjungi pameran*(hasil dari survei selama 3 tahun). Jadilah bagian dari komunitas, bangun jaringan bisnis yang lebih kuat, tunjukkan apa yang dapat anda tawarkan dan jadilah satu dari 30.000 pengunjung yang akan meramaikan Megabuild Indonesia 2020.




Hadir di Jakarta Convention Center (Hall A, B, Main Lobby & Cendrawasih), Megabuild Indonesia 2020 akan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 19-22 Maret 2020 , pukul 10.00 – 20.00. Pameran ini tidak dikenakan biaya masuk dan untuk keterangan lebih lanjut kunjungi website www.megabuild.co.id atau ikuti akun sosial media, FB: Megabuildid, IG: @megabuildexpo & Linkedin: @Megabuild Expo.












Tentang Reed Panorama Exhibitions

Reed Panorama Exhibitions (RPE) adalah perusahaan patungan (Joint Venture) antara event organizer terkemuka di dunia Reed Exhibitions dan Panorama Group, sebuah Group usaha ternama di Indonesia yang bergerak di bidang pariwisata, transportasi, perhotelan dan lain sebagainya.

RPE bertujuan menghadirkan pameran dari industri ke indusri melalui kerjasama dengan instansi pemerintah terkait, mitra industri, asosiasi perdagangan, pemilik tempat, kontraktor dan pelanggan di Indonesia, serta menjunjung profesionalisme.




Saat ini, RPE menyelenggarakan sepuluh pameran berskala internasional di Indonesia yang melayani industri waralaba dan lisensi, bahan bangunan dan konstruksi, serta ibu, bayi dan anak. termasuk didalamnya: Megabuild Indonesia & Keramika Indonesia, Mommy n’ Me, Indonesia Business Opportunities Fest, Franchise & License Expo Indonesia dan Indonesia Maternity, Baby, Kids Expo..




Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi www.reedpanorama.com.

Untuk informasi selengkapnya silakan hubungi:

Endah Ratri

PT Reed Panorama Exhibitions

M | +628176014879

www.reedpanorama.com





















Hotelier Indonesia


ARCH:ID 2020 RESMI DIGELAR PERTAMA KALINYA DENGAN TEMA “LET’S TALK – MARI BICARA


Hadirnya ARCH:ID memantapkan langkah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam membangun industri Arsitek dan bahan bangunan di Indonesia

Tangerang, 27 Februari 2020 – Dalam menghadapi tantangan Indonesia kedepan di bidang arsitektur agar mampu menjadi penyokong pembangunan peradaban masyarakat Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi serta menumbuhkan industri konstruksi dan bangunan yang menjadi salah satu roda penggerak untuk kemajuan di sektor ekonomi, diperlukan wadah untuk dialog antara arsitek dan pemangku industri konstruksi dan bahan bangunan di Indonesia. Dalam hal ini Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) merupakan organisasi profesi arsitek di Indonesia yang memiliki peran penting keberadaannya yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan arsitek profesional seiring kemajuan teknologi agar mampu bersaing dan diakui secara global .

Konferensi dan Pameran Arsitektur perdana yang diprakarsai oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bekerjasama dengan PT Citra Inovasi Strategi (CIS) Exhibition telah sukses diselenggarakan dan berakhir pada 29 Februari 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City – Tangerang. Pameran ARCH:ID resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi.

Kegiatan ARCH:ID ini mengusung tema Let’s Talk! “Mari Bicara” yang diharapkan menjadi wadah dialog berkelanjutan antara Arsitek dengan para pelaku industri terkait arsitektur dan konstruksi di Indonesia. Tidak sekedar menjadi selebrasi para Arsitek, tetapi ajang ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mengeksplorasi potensi maupun pemikirian-pemikiran baru bagi masa depan Arsitektur Indonesia.









Kegiatan ARCH:ID dikuratori oleh 3 aristek Indonesia ternama, yaitu :

  • Andra Matin
  • Danny Wicaksono
  • Wiyoga Nurdiansyah


Momentum tepat dalam bertukar pikir

Konferensi ARCH:ID menghadirkan pembicara ternama dari dalam maupun luar negeri. Pembicara yang hadir adalah yang kredibel dan sudah teruji reputasi dalam karyanya, antara lain :

  • · Aaron Roberts – Australia
  • · Farshad Mehdizadeh – Iran
  • · Manuel Cervantes – Mexico
  • · Ary Indra – Indonesia
  • · Budiman Hendropurnomo – Indonesia
  • · Sofian Sibarani – Indonesia
  • · Gunawan Tjahjono – Indonesia
  • · Willis Kusuma – Indonesia
  • · Stephanie Larassati – Indonesia















Danny Wicaksono sebagai salah satu kurator ARCH:ID mengatakan “Pembicara yang dihadirkan adalah mereka yang bisa memberikan pandangan-pandangan dan perspektif baru atau yang berbeda mengenai arsitektur”. Konferensi yang akan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 28 – 29 Februari ini selain akan memberikan insprirasi kelas dunia, juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi terbesar dan ajang berbagi wawasan para Arsitek dari Sabang sampai Merauke.










Pameran ARCH:ID : INDUSTRI X ARSITEK

Tidak seperti Pameran Industri Bahan Bangunan pada umumnya, Pameran ARCH:ID berusaha menampilkan kolaborasi yang kental antara Arsitek dan brand-brand Bahan Bangunan ternama di Indonesia. Pada pameran perdananya, ARCH:ID menampilkan 172 booth yang terisi oleh 70 brand lokal dan internasional dengan sukses mendatangkan 8.520 total pengunjung selama 3 hari pameran berlangsung.


Tidak kalah penting, Pameran ARCH:ID juga akan menampilkan 5 Featured Exhibitions, yang berisi konten-konten Arsitektur terkini yang berskala Nasional hingga Internasional. Pameran-pameran yang dimaksud adalah :

  • Aga Khan Awards Exhibition : di desain oleh studiodasar & spoa
  • Architecture Student Exhibition : di desain oleh ARA Studio
  • Indonesia Architect Creation Exhibition : di desain oleh Dua Studio
  • Inisiatif Scriptura Exhibition : di desain oleh Each Other Company & studiodasar
  • Re-Framing Louis Kahn Exhibition by Cemal Emden : di desain oleh Andra Matin & studiodasar

5 Featured Exhibitions tsb dikelola oleh para Kurator dan didesain oleh Arsitek-Arsitek muda
berbakat yang ditunjuk oleh Kurator untuk memberikan experience bagi para Pengunjung saat menikmati Pameran tersebut.


Tidak terpisahkan dari Pameran, beberapa panggung akan disiapkan di sela-sela Pameran untuk memberikan kesempatan bagi para Arsitek dan Industri Bahan Bangunan saling berdiskusi, saling bicara. Panggung ARCH:ID Event Square akan menampilkan beberapa INDUSTRI X ARSITEK Talk Series, dan akan terdapat juga beberapa panggung untuk mewadahi obrolan-obrolan dari para Alumni Kampus-Kampus Arsitektur se-Indonesia, Exhibitor, Pemerintahan, dan Developer yang berjudul OBROLAN TUJU-TUJU. Secara paralel dengan kegiatan pameran dan konferensi, pada kegiatan ARCH:ID ini juga akan berlangsung BIM Seminar & Workshop




“ARCH:ID akan menjadi acara pameran yang berbeda. Kita mencoba mengkurasi setiap hal yang berkaitan dengan pameran ini. Kita mengajak beberapa desainer yang berbakat untuk menjadi bagian penting dari pameran ini. Kurator ARCH:ID 2020 melakukan kurasi secara menyeluruh, mulai dari gate, booth pameran bahkan layout dari pameran ini. Harapannya, pameran ini akan menjadi tempat berkumpul arsitek dan para pelaku industri untuk memajukan arsitektur Indonesia di masa yang akan datang.”dikutip dari pernyataan Wiyoga Nurdiansyah, kurator ARCH:ID



Ahmad Djuhara selaku Ketua Umum IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) menyatakan “Perkembangan dunia arsitektur di masa depan membutuhkan hubungan yang lebih erat lagi dengan dunia industri, terutama industri bahan bangunan. ARCH:ID ini akan berbeda dari kegiatan-kegiatan yang lain karena ada unsur design yang sangat kuat, sangat kental, yang akan ada di pameran dan di konferensi ARCH:ID. Dan design arsitektur adalah sesuatu yang belum kita urus dengan benar padahal design arsitektur membawa sebuah kekuatan yang akan membawa bangsa kita ke peradaban yang lebih baik”.


ARCH:ID menargetkan 300 delegasi yang akan hadir untuk konferensi dan 10.000 pengunjung pameran yang terdiri dari profesional seperti arsitek, kontraktor, pengembang properti, designer interior, institusi pemerintah, distributor, agen, importir, eksportir dan semua pihak dunia arsitektur yang akan bertemu dalam kegiatan ini, membangun relasi bisnis, networking, knowledge-sharing dan mengambil peran untuk membangun arsitektur sehingga bisa menghasilkan iklim arsitektur yang lebih baik untuk Indonesia.

Pameran ini juga dibuka untuk masyarakat umum yang ingin melihat karya dan update terkait dunia arsitektur. Untuk masuk ke pameran ini, pengunjung hanya perlu melakukan registrasi dan tidak dikenakan biaya masuk.


Untuk pendaftaran tiket konferensi atau mendapatkan informasi tentang ARCH:ID, silahkan menghubungi Tim CIS Exhibition di 021-83796833 atau 0812-94292503 dan email ke [email protected] atau info terbaru mengenai pameran ARCH:ID, silahkan klik ke http://arch.id/

Tentang ARCH:ID

ARCH:ID adalah kerjasama sinergis antara IAI dan PT CIS dalam membentuk sebuah kegiatan Arsitektur dalam 1 paket yaitu Konferensi Arsitekur berskala Internasional & Pameran Business to Business (B2B) yang sangat kental dengan nuansa Desain. ARCH:ID diselenggarakan dengan debut pertama tahun 2020.


Tentang IAI (Ikatan Arsitek Indonesia)

IAI didirikan secara resmi pada tanggal 17 September 1959 di Bandung. Kini di usianya yang ke-60, IAI telah beranggotakan lebih dari 20.500 arsitek yang terdaftar melalui 34 kepengurusan Provinsi, 1 kepengurusan perwakilan dan 4 kepengurusan wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan kepengurusan Provinsi termuda di Maluku yang dideklarasikan pada tanggal 19 Agustus

2017 lalu. IAI aktif dalam kegiatan internasional melalui keanggotaannya di ARCASIA (Architects Regional Council of Asia) sejak tahun 1972 dan di UIA (Union Internationale des Architectes) sejak tahun 1974, serta AAPH (Asean Association Planning and Housing) di mana IAI merupakan salah satu pendirinya.

Di dalam negeri pun selain bermitra dengan pemerintah, IAI tetap aktif bergaul dengan asosiasi profesi lain, seperti melalui keanggotaan dalam Lembaga Pegembangan Jasa Konstruksi dan Forum Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi.

Tentang PT Citra Inovasi Strategi Exhibition, Penyelenggara HOMEDEC Indonesia

PT Citra Inovasi Strategi Exhibition didirikan untuk mewujudkan tujuan strategis klien serta mengadakan pameran yang inovatif. PT CIS Exihibition memiliki kompetensi dan pengetahuan untuk memahami dan memenuhi tujuan klien, serta di saat yang sama, mempelajari praktik terbaik di industri terkait untuk memberikan pameran yang berkualitas serta berstandar internasional guna memaksimalkan investasi klien. Tim ini juga didukung oleh C.I.S Network Sdn Bhd selaku partner kami, penyelenggara pameran di Malaysia dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dan ahli dalam pameran yang inovatif.





Nama Pembicara (Doc. Foto Opening Ceremony ARCHID 2020), Ki-Ka :

1. Linda Leoni - Senior Manager Regional Business Development C.I.S
2. Wiyoga Nurdiansyah - Kurator ARCH:ID
3. Ahmad Djuhara - Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
4. Budi Karya Sumadi - Menteri Perhubungan RI


Hotelier Indonesia



Membanggakan, TEI ke-34 Tahun 2019 Sukses Bukukan USD 9,30 Miliar

Tangerang, 20 Oktober 2019 – Penutupan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 tahun 2019 membawa kabar gembira. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward mengungkapkan, TEI ke-34 sukses meraup capaian senilai USD 9,30 miliar atau meningkat 9,6 persen dibandingkan capaian tahun lalu yang sebesar USD 8,49 miliar.


Biro Hubungan Masyarakat

Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110
Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711
www.kemendag.go.id

“Perolehan tersebut merupakan hasil penghitungan hingga hari ini (20/10), pukul 13.00 WIB. Transaksi tersebut masih akan terus bertambah, mengingat beberapa buyers terus melakukan negosiasi dan kunjungan ke produsen. Transaksi di lantai pameran pun masih akan berlangsung hingga akhir hari ini. Untuk itu, kita patut berbangga atas capaian TEI tahun ini,” ujar Dody pada penutupan TEI ke-34 tahun 2019, Minggu (20/10).

Capaian selama TEI tersebut, lanjut Dody, terdiri dari transaksi barang/produk, transaksi investasi, dan transaksi jasa. Negara dengan transaksi perdagangan barang tertinggi adalah Mesir, Jepang, Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Sementara itu, produk transaksi terbesar adalah makanan olahan, kertas dan produk kertas, minyak kelapa sawit (CPO), produk pertanian, dan kopi. Sedangkan pada kegiatan penjajakan kerja sama bisnis, terdapat buyers dari 36 negara yang berpartisipasi, diantaranya Jepang, Meksiko, India, Serbia, dan Malaysia.

Untuk jumlah peserta pameran (exhibitor) tercatat sebanyak 1.500 perusahaan yang berpartisipasi. Jumlah ini meningkat 29,3 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 1.160. Dari jumlah peserta tahun ini, tercatat 295 pelaku usaha dari 34 provinsi di Indonesia mengisi Paviliun Pangan Nusantara.

Untuk jumlah pengunjung, juga terjadi peningkatan pada TEI tahun ini dibanding tahun lalu sebesar 15,8 persen. Tahun lalu tercatat sebanyak 33.333 pengunjung, sedangkan tahun ini 38.590 pengunjung. Dari jumlah tersebut, buyers tercatat sebanyak 5.293 orang telah hadir dari 135 negara dan akan terus bertambah hingga pameran berakhir malam hari ini.

“Hasil final baik transaksi maupun jumlah pengunjung akan kami sampaikan pada konferensi pers pada 25 Oktober 2019,” lanjut Dody.

Atas seluruh capaian perolehan ini, Dirjen PEN memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung penuh pelaksanaan TEI ke-34. Mulai dari Kementerian/Lembaga terkait, pemerintah daerah, perwakilan RI di luar negeri, para pelaku usaha, asosiasi, UKM, pihak penyelenggara, dan media.



“Seperti tahun lalu, pada TEI ke-34 tahun ini kembali terlihat aktualisasi sinergitas antarkementerian. Hal ini dibuktikan dengan realisasi melebihi perolehan tahun lalu. Sinergi, koordinasi, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam peningkatan ekspor nasional akan terus kita tingkatkan di masa mendatang,” ujar Dody.

Dirjen PEN juga menegaskan, capaian ini tak lepas dari kerja keras segenap perangkat Kementerian Perdagangan, baik di dalam negeri sebagai penggerak ekonomi nasional, maupun para perwakilan perdagangan di luar negeri yang telah melaksanakan diplomasi perdagangan dengan sangat baik.

“Para pelaku usaha harus dapat memanfaatkan setiap peluang untuk mempromosikan produk-produk unggulannya ke pasar global. Kementerian Perdagangan dan segenap jajarannya siap membantu para pelaku usaha yang berkontribusi menjaga neraca perdagangan melalui peningkatan ekspor,” tegas Dody.

Capaian Membanggakan Lainnya




Sejumlah capaian membanggakan lainnya yaitu penandatanganan Pernyataan Bersama Penyelesaian Substansi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Korea Selatan (IK-CEPA). Penandatanganan dilakukan Mendag RI Enggartiasto Lukita dan Mendag Korsel Yoo Myung-Hee pada hari pembukaan TEI ke-34, Rabu (16/10). Dilakukan juga peluncuran sistem informasi terintegrasi ekspor dan impor yang berisi informasi tarif, peraturan ekspor ke negara tujuan, peraturan impor dari negara tujuan, dan ketentuan asal barang. Sistem terintegrasi tersebut dapat diakses melalui situs web http://exim.kemendag.go.id.

Help Desk yang baru dihadirkan tahun ini juga dirasakan memberi manfaat lebih dalam memberikan informasi dan layanan publik mengenai semua perjanjian terkait ekspor, impor, dan investasi. Sampai dengan hari ke-4 penyelenggaraan TEI ke-34, tercatat sebanyak 1.309 orang telah mencari berbagai informasi ke stan Help Desk.

Sementara itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah kegiatan juga telah sukses terlaksana. Trade, Tourism, and Investment (TTI) Seminar dan rangkaian kegiatan yang mengiringinya telah digelar, yaitu diskusi regional, gelar wicara, TEI Textile Showcase and Summit (TEITSS), dan Forum Bisnis.

Selain TTI Seminar dan rangkaiannya, diadakan pula kegiatan pendukung lainnya. Berbagai kegiatan tersebut yaitu konsultasi bisnis yang telah diberikan kepada 548 pelaku usaha oleh 50 narasumber; misi dagang lokal; kompetisi perusahaan rintisan (start up) berorientasi ekspor; serta pertemuan delegasi negara asing dengan kementerian/lembaga terkait asosiasi, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Dilaksanakan pula pertemuan (courtesy call) Mendag RI dengan beberapa negara mitra, yaitu Menteri Perdagangan dan Perindustrian Kerajaan Eswatini Manqoba Khumalo dan Delegasi Economic Eurasian Commisions (EEC). Sedangkan, pertemuan antara Dirjen PEN dilakukan dengan Delegasi dari Malaysia, Australia, Mesir, Madagaskar, dan Brasil.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Olvy Andrianita
Kepala Biro Humas
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax: 021-3860371/021-3508711
Email: [email protected]








Hotelier Indonesia



Suguhkan Beragam Produk Desain, Mebel dan Kriya Berkualitas, Hospitality Indonesia Siap Dukung Sektor Pariwisata Indonesia


Jakarta, 16 Oktober 2019. Hospitality Indonesia, ajang pameran industri hospitality dan desain satu-satunya di Indonesia akan digelar untuk kedua kalinya pada 23-26 Oktober 2019 di Hall A - Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta.

Pameran ini terselenggara atas kolaborasi antara API Traya dan JIExpo Kemayoran Jakarta, serta didukung oleh Kementerian Perindustrian, Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum (IFPF). Bertempat di area seluas 8000 meter persegi, Hospitality Indonesia yang berkonsep Business To Business (B to B) ini menghadirkan lebih dari 100 peserta pameran yang terbagi dalam sejumlah sektor yaitu Furniture & Craft Indonesia, Mozaik dan Hotel Sourcing Indonesia.

Berbalut tema “Engage the Future of Hospitality”, Hospitality Indonesia siap menjawab kebutuhan desain, interior hotel restoran dan cafe (horeca), para pelaku bisnis hospitality lainnya termasuk pemilik co-working space, industri e-commerce, distributor dan masyarakat umum. “Pameran ini menjadi sarana yang tepat bagi para pelaku industri, mulai dari industri mebel, industri kreatif dan industri pariwisata untuk saling berjejaring dan bersinergi dalam mendorong geliat ekonomi di Indonesia,” papar Presiden Diretur Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawan.

Bergairahnya industri hospitality di tanah air dipicu oleh tren pertumbuhan sektor pariwisata yang terus mengalami peningkatan yang positif. Menurut Kementerian Pariwisata, sektor pariwisata pada tahun 2018 terjadi kenaikan devisa sebesar 20 persen atau senilai US$20 miliar dibanding tahun 2017 yang berada di angka pencapaian US$ 16,8 miliar. Bahkan sektor pariwisata disebut Ketua Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong sebagai 2 sektor yang investasinya berpeluang tumbuh pesat tahun ini setelah e-commerce.

Kegairahan ini membangkitkan semangat pelaku industri perhotelan, restoran dan penunjang pariwisata untuk giat berbenah meningkatkan layanan dan visualisasi interior yang nyaman (homey). Kebutuhan inilah, menurut Wakil Ketua Himpunan Desain Interior indonesia (HDII), Dina Hartadi, menjadi tantangan bagi desainer Indonesia untuk menciptakan kreasi yang mampu memberikan unsur kejutan “Wow” yang sesuai dengan tren terkini. Dan, sekaligus juga menjadi tantangan bagi industri manufaktur untuk saling berkolaborasi menciptakan produk yang berkualitas dengan harga kompetitif.

Pesatnya pertumbuhan industri pariwisata, diakui Dina Hartadi salah satunya dipengaruhi oleh gaya hidup millenial yang senang dengan travelling. Hal ini juga menuntut desainer untuk lebih cepat menangkap tren yang disukai kalangan milenial yang pada akhirnya mendorong industri furniture, desain, kriya dan elemen pendukung lainnya untuk siap mememenuhi kebutuhan tersebut.

Soal kualitas, Dina Hartadi mengatakan, produk-produk industri hospitality Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga berhasil diterima di pasar internasional. Ini dibuktikan dari tingginya permintaan dari sejumlah negara di Eropa, Amerika dan Timur Tengah. Bahkan tidak sedikit desainer Indonesia yang dipercaya untuk mendesain hotel-hotel di luar negeri



“Kualitas para pelaku industri hospitality dalam negeri tak kalah dari luar. Banyak produk hospitality lokal yang mampu bersaing di kancah global. Karena itu melalui ajang ini, kami berharap dapat membangkitkan minat masyarakat Indonesia untuk semakin mencintai produk-produk lokal dan menggunakannya,” ujar Wakil Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Dina Hartadi.
Dina Hartadi menambahkan, Hospitality Indonesia sangat mendukung perkembangan industri perlengkapan hospitality dalam negeri ,karena 100% peserta pameran adalah para supplier lokal berkelas internasional. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu khawatir lagi karena sudah terjamin dari segi kualitas maupun ketersediaannya.


Pada sektor Furniture & Craft Indonesia, akan hadir sejumlah furniture dalam negeri berkualitas internasional seperti Indoexim Internasional, Rapi Furniture, Otazen Contracts hingga Decorus yang telah berpengalaman melayani kebutuhan eksport dan proyek-proyek residensial internasional.


Pada sektor Mozaik Indonesia, sejumlah nama dihadirkan, diantaranya Adi Kencana, Iswari Interior, Mil & Bay, dan Du’Anyam. Mereka siap memikat pengunjung dengan berbagai inovasi desain dalam bidang interior design, furniture design, interior textiles, lighting, home textiles hingga landscape design.


Sementara pada sektor Hotel Sourcing Indonesia, sejumlah brand kenamaan seperti Suparma, BenQ dan Massindo Karya Prima akan tampil lewat berbagai terobosan pada mattress design & technology, tableware, horeca equipment, hospitality technology, hingga perlengkapan spa dan wellness.

Menariknya, Hospitality Indonesia tak hanya menyuguhkan kegiatan pameran saja. Untuk pertama kalinya, gelaran ini akan memberikan penghargaan Gold Designer kepada desainer yang berprestasi atas karya-karyanya dalam bidang hospitality. Adapun penerima penghargaan Gold Designer tahun ini jatuh kepada Eugenio Hendro yang kini berkolaborasi dengan Bramble, sebuah perusahaan furnitur berbasis di AS yang berfokus pada furniture buatan tangan (handmade) di Indonesia.

Bagi para pengunjung yang penasaran melihat karyanya, dapat berkunjung ke instalasi desain “The Lobby” berupa dua buah ruang yang terletak di Hall A1 dan A3 di JIExpo. Di sana para pengunjung dapat melihat sebuah mahakarya hospitality menarik yang memadukan antara unsur bumi dan laut yang telah dipersiapkan selama 4 bulan.

Pengunjung juga disuguhkan rangkaian seminar dan workshop inspiratif bertajuk InspireTalk yang menghadirkan para pembicara kompeten di bidang hospitality dan design. Dari HDII menghadirkan 2 desainer Indonesia yaitu William K. Patty dari Hadiprana dan Ariya Sradha dari Tata Wastu Asia yang banyak mendebutkan karya desain hotel di Indonesia dan luar negeri. Mereka siap berbagi pengalaman, idea, dan tren terkini khususnya dalam desain resort dan business hotel (23 Oktober 2019). Topik lainnya yang menarik diangkat bertajuk “The Lobby : Inspired by Land and Sea:, “Think Thank Talks by Anabata (23 Oktober 2019) dan ‘Smart Comfort Seminar by Spring Air” (25 Oktober 2019).

Pada hari terakhir, Sabtu, 26 Oktober 2019, Hospitality Indonesia mengundang masyarakat umum untuk datang tanpa dikenakan tiket masuk mulai dari pukul 10.00-17.00 WIB. Selain berkesempatan mendapatkan inspirasi terkait tren hospitality terkini, masyarakat umum juga dapat membeli produk-produk interior, tableware, dan spa langsung dari produsen dengan harga promo.

Hospitality Indonesia, diselenggarakan di Hall A, Jakarta Internatioal Expo (JIExpo) Kemayoran, 23 – 26 Oktober 2019. Jam buka pameran 23 – 25 Oktober 2019 pukul 10.00 – 18.00 WIB, tiket masuk Rp.50.000 atau gratis dengan melakukan registrasi online di http://hospitality-indonesia.com/visitor-registration/. Jam buka pameran 26 Oktober 2019 pukul 10.00 – 17.00 WIB, gratis.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Hospitality Indonesia, silakan menghubungi koordinator media, Kartina Ika Sari, 081310976735 atau [email protected]

Tentang API/TRAYA

API Traya adalah bagian dari PT Amara Pameran Internasional, yang memiliki 5 anak perusahaan penyelenggara pameran dengan fokus masing masing pada industri spesifik yang berbeda.

Sebagai salah satu penyelenggara pameran terkemuka di Indonesia, PT Amara Pameran Internasional sukses mendebut event- event besar di tanah air, diantaranya GIIAS (Gaikindo Indonesia International Autos Show), Indocomtech, IDEC (Indonesia Dental Exhibition & Conference) dan sebagainya.


Hotelier Indonesia


Trade Expo Indonesia 2019 Digelar,

Mendag: Saatnya Tingkatkan Promosi Produk Indonesia ke Pasar Global


Serpong, 16 Oktober 2019 - Ajang promosi tahunan berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 resmi dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla hari ini, Rabu (16/10), di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten. Pada penyelenggaraannya yang ke-34 tahun ini, TEI 2019 mengusung tema "Moving Forward to Serve the World" dan digelar pada 16--20 Oktober 2019.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, sesuai tema tersebut, TEI merupakan ajang yang tepat mempromosikan produk berkualitas buatan Indonesia untuk dipasarkan secara global.

"Berbagai produk unggulan dan terbaik Indonesia dipamerkan di TEI. Untuk itu, TEI menjadi kesempatan baik bagi para eksportir untuk mencari pasar dan mengembangkan jejaring bisnis dan investasi. Sementara bagi importir dan investor, TEI menjadi momen yang sangat tepat mencari produk Indonesia yang berkualitas dan peluang menanamkan modal," ujar Mendag pada konferensi pers TEI 2019, Rabu (16/10). Hadir dalam konferensi pers tersebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani.




Mendag melanjutkan, fokus utama penyelenggaraan TEI adalah kerja sama business to business (B2B) yang bersifat jangka panjang dan bertaraf internasional, yang penting untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

"Kami optimistis penyelenggaraan TEI tahun ini akan memperoleh capaian positif seperti tahun lalu. Meskipun saat ini kita menghadapi tantangan global yang semakin dinamis dan kompetitif di tengah perlambatan ekonomi dunia, ada ribuan buyers yang siap meramaikan arena TEI 2019," lanjut Mendag.

Pada TEI 2019 tercatat ada 1.497 perusahaan nasional yang memamerkan produk dan jasa terbaik di Indonesia, mulai dari produk manufaktur, produk kreatif inovatif, industri strategis, hingga kerajinan. Hingga 15 Oktober 2019, telah terdaftar 6.025 buyers dari 120 negara. Negara-negara dengan jumlah buyers terbanyak selain Indonesia yaitu Malaysia, Arab Saudi, Nigeria, Tiongkok, India, Thailand, Amerika Serikat (AS), Filipina, dan Sri Lanka. Adapun dari jumlah buyers yang telah mendaftar tersebut, ada 10.079 permintaan terhadap produk unggulan Indonesia, yaitu kopi, makanan dan minuman dalam kemasan, produk bahan makanan, tekstil dan garmen, serta kerajinan tangan.

Mendag mengungkapkan, telah terjadwal sekitar 84 penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 25 negara dari program misi pembelian (buying mission), diantaranya Jepang, Malaysia, Spanyol, Somalia, India, dan Australia. Berbagai produk yang diminati beberapa negara tersebut antara lain batu bara, sarang burung walet, kertas, kopi, plastik, minyak nabati, sayuran dan buah-buahan, makanan laut, makanan olahan, hasil perkebunan, boneka, rempah-rempah, karet, arang kelapa, minyak kelapa murni (VCO), alat kesehatan, besi baja, dan baja anti karat.

"Kami optimistis TEI tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Melalui kegiatan penjajakan bisnis (business matching), diharapkan tercipta lebih banyak lagi kerja sama bisnis antara buyer dan peserta pameran sehingga dapat memperluas jaringan pemasaran ke mancanegara," lanjut Mendag.

TEI 2019 digelar di lahan seluas 50.000 m2 dengan pembagian zona produk potensial dan unggulan nasional. Pada hall 1 dan 10 dibuat kuliner nusantara, hall 2 untuk produk lokal unggulan, hall 3 dan 3A untuk produk premium dan kreatif, hall 5 dan 6 untuk produk manufaktur dan jasa, hall 7 dan 8 untuk produk makanan dan minuman, serta hall 9 untuk furnitur dan dekorasi rumah.

Dalam zonasi tersebut, terdapat beberapa zona khusus, seperti zona Promosi Terpadu Sektor Perikanan Dan Holtikultura, Paviliun Indonesia Design Development Center (IDDC), Paviliun Usaha Kecil Menengah (UKM) Alumni Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Pangan Nusa, dan Paviliun Kayu Ringan.

Kegiatan Baru di TEI 2019
Mendag juga mengungkapkan, sinergi kementerian dan lembaga semakin terlihat dalam beberapa kegiatan pendukung yang baru hadir di TEI tahun ini. Beberapa kegiatan tersebut yaitu Stan ASEAN, berupa stan informasi perwakilan negara-negara ASEAN; Help Desk, stan yang menyediakan informasi seputar regulasi perdagangan hasil sinergi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Keuangan, Badan Standar Nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI); Gelar Wicara Trade and Investment Forum yang menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani; Cilacap Business Forum 2019; Trade Start Up Conference; Paviliun Promosi Hasil Pertanian dan Perikanan; dan kegiatan Forum Kementerian Luar Negeri.

Selain itu, ada pula peluncuran Situs Web Ekspor Impor Kemendag http://exim.kemendag.go.id, sebagai terobosan peningkatan daya saing Indonesia melalui fasilitasi perdagangan dan pengamanan akses pasar negara tujuan. Mendag mengatakan, Kemendag berupaya menyediakan informasi terkait ekspor selengkap mungkin.

"Situs ini memuat sistem informasi mekanisme ekspor, seperti persyaratan ekspor, tarif, serta tindakan nontarif (NTM) komoditas ekspor pada 17 negara yang sudah melakukan ratifikasi perjanjian dagang. Sistem ini akan membantu pelaku usaha dalam menentukan negara tujuan ekspor berdasarkan skema yang lebih mudah dan menguntungkan," ujar Mendag.

Mendag mengharapkan para Kepala Dinas Perdagangan Provinsi, Kabupaten/Kota di daerah agar melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha di daerahnya masing-masing untuk memahami ketentuan, persyaratan, tarif, Ketentuan Asal Barang (ROO), dan NTM di negara tujuan ekspor. Sebelumnya, telah dilakukan pula penandatanganan Pernyataan Bersama Penyelesaian Subtansi Perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Korea Selatan (IK-CEPA).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Dody Edward mengungkapkan, kegiatan pendukung yang telah rutin dilakukan di tahun-tahun sebelumnya juga kembali dilaksanakan, yaitu Seminar Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi; Diskusi Regional; Kompetisi Usaha Rintisan (Start Up) Berorientasi Ekspor (Export Start Up Competition); Konsultasi Bisnis; dan Gelar Wicara.

Selain itu, lanjut Dody, pemerintah juga menganugerahkan eksportir Indonesia yang telah berprestasi meningkatkan nilai ekspornya secara berkesinambungan. Tahun ini Penghargaan Primaniyarta diberikan kepada 26 perusahaan penerima Primaniyarta 2019 yang dibagi dalam empat kategori, yaitu Kategori Eksportir Berkinerja (8 perusahaan), Kategori Eksportir Pembangun Merek Global (5 perusahaan), Kategori Eksportir Pelopor Pasar Baru (5 perusahaan), dan Kategori Eksportir Potensi Unggulan (8 perusahaan).

Pemerintah juga memberikan Penghargaan Primaduta kepada buyer mancanegara yang secara konsisten meningkatkan nilai impor dari Indonesia. Tahun ini, Primaduta Award akan diberikan kepada 45 buyers yang terbagi dalam tiga kategori pasar tujuan (pasar utama, pasar potensial dan pasar prosfektif). Dari 45 buyers tersebut, terdapat penghargaan kategori khusus “Challenging Market” yang diberikan kepada 4 buyers dari 4 negara.

“Diharapkan berbagai kegiatan dalam TEI 2019 mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global yang pada akhirnya mendorong peningkatan ekspor Indonesia,” pungkas Dody.



Informasi lebih lanjut hubungi:
Olvy AndrianitaKepala Pusat Humas
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax: 021-3860371/021-3508711
Email: [email protected]


Biro Hubungan MasyarakatGd. I Lt. 2, Jl. M.I. Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110
Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711
www.kemendag.go.id





Hotelier Indonesia


Indonesia Fintech Summit & Expo 2019

Sinergi Mendorong Inovasi Keuangan Digital untuk Mempercepat Inklusi Keuangan

Jakarta, 23 September 2019 - Hadirnya inovasi-inovasi digital dalam sektor ekonomi, menyediakan alternatif jasa layanan keuangan, khususnya bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses keuangan.

Sinergi para pemangku kepentingan, baik regulator maupun pelaku, menjadi penting untuk menumbuhkan ekosistem yang memberikan efek positif bagi perkembangan ekonomi dan keuangan digital serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Pentingnya sinergi untuk mendorong inovasi ekonomi dan keuangan digital mendasari penyelenggaraan konferensi dan pameran di bidang teknologi finansial (fintech), Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 (IFSE 2019) “Innovation for Inclusion” yang secara resmi dibuka hari ini (23/9) di Jakarta Convention Center. Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang

Perekonomian Darmin Nasution, didampingi oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo; Menteri Keuangan Sri Mulyani; Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso; dan Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Niki Luhur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa inovasi teknologi di dalam sektor keuangan merupakan hal yang harus didukung oleh pemerintah untuk mendorong inklusi keuangan. “Perkembangan teknologi di bidang keuangan yang demikian pesat harus didukung oleh semua pihak agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Peningkatan akses terhadap layanan dan produk keuangan akan mampu menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian nasional,” ujar Darmin. Ia juga menyatakan bahwa untuk mendukung pertumbuhan fintech di Indonesia, pemerintah akan tetap menekankan pada pendekatan yang bersifat ringan atau light touch dalam lingkungan yang menguntungkan untuk semua atau safe harbour.

Dalam kesempatan Fintech Visionary Talk, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa pembangunan harus bersifat inklusif dan tidak diskriminatif. Ia menyatakan bahwa investasi pemerintah di bidang infrastruktur merupakan upaya pemerintah untuk mendukung pembangunan, termasuk di bidang teknologi dan fintech, sehingga bisa diakses oleh semua orang. Terkait industri fintech yang terus berkembang pesat, Kementerian Keuangan akan terus memberikan dukungan melalui peraturan- peraturan yang ramah dan tidak memberatkan industri.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk mengembangkan sistem pembayaran dan memfasilitasi perkembangan inklusi keuangan, hal ini ditunjukkan melalui beberapa kebijakan atau program yang telah ditempuh Bank Indonesia. Pertama, program elektronifikasi penyaluran bantuan sosial non tunai yang telah disalurkan kepada 15,6 juta Rumah Tangga penerima bantuan sosial, elektronifikasi di bidang transportasi, dan elektronifikasi transaksi pemerintah. Kedua, integrasi sistem pembayaran dengan digital ekonomi secara end to end proses baik dari perbankan, fintech maupun e-commerce ke masyarakat dan bank sentral. Ketiga, menjamin interlink antara teknologi finansal dan bank untuk menghindari risiko shadow banking.

Keempat, menjamin keseimbangan antara inovasi dengan consumers protection, integritas dan stabilitas serta persaingan usaha yang sehat, antara lain melalui penguatan regulatory sandbox. Kelima, menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi-keuangan digital antar negara melalui kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri dan kerjasama penyelenggara asing dengan domestik, termasuk dengan otoritas bank sentral negara lain, dengan tetap memperhatikan prinsip resiprokalitas.

Bank Indonesia dalam hal ini siap berkolaborasi untuk mewujudkan ekonomi dan keuangan digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Lebih lanjut, Gubernur Bank Indonesia juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah menerbitkan serangkaian kebijakan untuk mendukung pengembangan sistem pembayaran Indonesia, antara lain QR Code Indonesia Standard (QRIS) yang diluncurkan pada bulan Agustus 2019, dan penyempurnaan ketentuan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Ke depan, sinergi antar pemangku kepentingan perlu semakin diperkuat untuk mendorong ekonomi dan keuangan digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, termasuk untuk membangun ekosistem yang mendorong inovasi ekonomi dan keuangan digital.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, mengatakan perkembangan teknologi informasi harus dapat dioptimalikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan efisiensi dalam bertransaksi di sektor jasa keuangan. Sejalan dengan itu, perlindungan konsumen fintech harus dilakukan melalui penerapan kode etik oleh asosiasi fintech, dan juga kehadiran undang-undang terkait perlindungan data nasabah. Komitmen OJK terhadap fintech dan inovasi keuangan digital pun telah dibuktikan dengan sudah dibuatnya beberapa Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur tentang fintech, seperti POJK No. 77 Tahun 2016, POJK No. 13 Tahun 2018 dan POJK No. 37

Tahun 2018. Saat ini juga sudah tercatat 48 perusahaan fintech yang masuk ke dalam 15 kluster inovasi keuangan digital, sudah terdaftarnya 127 perusahaan fintech peer to peer lending (per Agustus 2019) dan satu perusahaan equity crowd funding berizin.

Industri fintech dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sebagai organisasi yang menaungi seluruh perusahaan fintech di Indonesia telah memiliki anggota sebanyak 280 perusahaan, dan 250 perusahaan diantaranya merupakan perusahaan fintech yang beroperasi di sektor sistem pembayaran digital, pinjaman online, inovasi keuangan digital, insuretech, equity crowdfunding dan lainnya. Pesatnya pertumbuhan industri fintech dapat memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya untuk segmen retail dan unbanked. IFSE 2019 menjadi wujud komitmen industri fintech dalam mendukung target tercapainya inklusi keuangan sebesar 75 persen di tahun 2019. Hal ini dilakukan melalui berbagai solusi yang ditawarkan fintech kepada masyarakat Indonesia sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.

Ketua Umum AFTECH Niki Luhur menjelaskan bahwa nilai tambah fintech terletak pada mekanisme distribusinya. "Fintech memanfaatkan channel-channel terbaru baik melalui website, perangkat mobile, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan pemain fintech menjangkau masyarakat yang ada di daerah, bahkan daerah terpencil, yang selama ini belum tersentuh bank konvensional,” ujarnya. Niki juga menekankan pentingnya kerjasama antar industri untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dari kegiatan ilegal seperti penipuan (fraud), kejahatan siber (cyber crime), dan lain-lain. Perlindungan data konsumen menjadi salah satu perhatian utama para pemain fintech dan pemerintah mengingat fintech banyak mengandalkan data konsumen dalam melakukan transaksi. Untuk itu, diperlukan peraturan yang tegas dan jelas mengenai pengelolaan, penggunaan, dan perlindungan data konsumen.

IFSE 2019 terdiri dari beberapa agenda utama yaitu konferensi (summit), pameran fintech (expo) dan beberapa program pendukung lainnya. Dihadiri oleh lebih dari 800 delegasi (regulator, pemerintah, lembaga donor, pelaku fintech dan sektor keuangan), konferensi menghadirkan lebih dari 100 pembicara dengan pengalaman kelas dunia untuk membahas berbagai isu penting terkait perkembangan industri fintech dan dampaknya terhadap masyarakat luas, khususnya untuk segmen unbanked dan undeserved.

Sementara di dalam area pameran (expo) ada lebih dari 100 perusahaan dari sektor fintech, keuangan dan teknologi yang akan menampilkan berbagai produk dan layanan keuangan berbasis teknologi yang manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat luas.

IFSE 2019 yang berlangsung dari tanggal 23-24 September 2019 diikuti oleh 100 perusahaan fintech yang mengisi area expo pada beberapa kategori fintech seperti P2P Lending, Digital Payment, Wealth Management, Digital Financial Innovation (Market Provisioning/Aggregator, Enabler, Equity Crowdfunding, Insuretech, dan lain-lain), serta Fintech Syariah.

Program literasi keuangan juga diadakan di area expo untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai produk dan layanan fintech. Program ini dikemas ke dalam berbagai format dengan mengupas berbagai topik, seperti: 1) Payment system: Solusi Pembayaran dan Perlindungan Konsumen, Solusi Fintech UMKM; 2) Pemahaman Dasar Mengenai Fintech P2P Lending; 3) Peran Agen Fintech dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan; 4) Peluncuran AFTECH Handbook for Personal Finance: Tips and Tricks on Smart Financial Planning.
IFSE 2019 merupakan ajang fintech terbesar di tanah air yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) serta didukung oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga lain seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Bill & Melinda Gates Foundation, World Bank, dan lain-lain.

***

Tentang Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH)
Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) merupakan organisasi yang sudah ditunjuk oleh OJK sebagai Asosiasi Penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) yang menaungi seluruh perusahaan fintech di Indonesia.

Didirikan pada awal tahun 2016, saat ini AFTECH memiliki lebih 280 anggota yang terdiri dari 250 perusahaan fintech, 24 lembaga keuangan, 7 mitra knowledge dan 3 mitra teknologi. AFTECH memiliki visi utama yaitu untuk membantu mendorong inklusi keuangan melalui layanan keuangan berbasis teknologi dan menjadi katalis terpercaya dalam pengembangan ekosistem fintech. AFTECH merupakan penyelenggara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019.



Hotelier Indonesia


Kompas Travel Fair 2019 Kemudahan Berwisata Ke Destinasi Impian


Jakarta, 20 September 2019 – Pada perhelatan kedelapan Kompas Travel Fair (KTF) kembali hadir pada 20-22 September 2019 yang akan diadakan serentak di empat kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar.

“Melalui KTF, kami selalu berusaha menyajikan yang lebih baik bagi para traveller, dengan menawarkan beragam pilihan baru, di antaranya paket wisata halal, paket wisata domestik, dan petualangan. Kami berharap, KTF bisa membantu memperkaya literatur wisata para traveller, mendapatkan liburan yang bermutu, dan menambah kegembiraan,” ujar Direktur Bisnis Harian Kompas Lukas Widjaja.

KTF 2019 untuk region Jakarta akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center; KTF 2019 region Surabaya di Pakuwon Mall; KTF 2019 region Medan di Centre Point Mall; dan untuk KTF 2019 region Makassar di Phinisi Point.

KTF 2019 menawarkan beragam keunggulan. Pertama, more airlines - lebih dari 10 maskapai penerbangan domestik dan internasional yang akan membawa para traveller ke berbagai destinasi impian. Kedua, more destinations - lebih dari 30 agen perjalanan, pelayaran, dan destinasi wisata memberikan beragam pilihan perjalanan menarik. Ketiga, more travel styles - mulai dari Umrah dan Haji hingga kuliner dan edukasi wisata dapat dipilih sesuai keinginan para traveller.

Pengunjung pameran tidak perlu khawatir dengan penawaran terbaik tiket perjalanan dari ANA, Cathay Pacific, China Airlines, Citilink, Ethiopian, Etihad, Eva Air, Malaysia Airlines, Oman Air, Philippine Airlines, Qatar Airways, Singapore Airlines.

Khusus bagi pengunjung KTF 2019 region Jakarta, para traveller berkesempatan untuk memenangkan lelang tiket pesawat Jakarta–Tokyo (PP) mulai dari Rp0 hingga Rp250 ribu. Para pengunjung juga dapat menikmati promo tiket pesawat Jakarta–Labuan Bajo (PP) mulai dari harga Rp1,8 jutaan, Jakarta–Biak (PP) mulai dari Rp7,4 jutaan, Jakarta–Timika (PP) mulai dari Rp7,5 jutaan, dan Jakarta–Jayapura (PP) mulai dari Rp8,6 jutaan.



Tidak hanya itu, KTF 2019 juga menyediakan promo paket wisata spesial, diantaranya paket wisata ke Bangkok 3 hari 2 malam mulai dari Rp650 ribuan dan paket wisata ke Korea 4 hari 3 malam mulai dari Rp2,5 jutaan. Terdapat pula paket wisata ke Melbourne untuk 4 hari 3 malam mulai dari Rp3,1 jutaan, hingga paket wisata ke Dubai 3 hari 2 malam mulai dari Rp3,4 jutaan.

Selain tiket pesawat dan paket wisata, KTF 2019 juga menawarkan beragam aksesoris traveling menarik kepada para pengunjung, seperti koper Kamiliant 20 inci seharga Rp399 ribu dari harga normal Rp1,4 jutaan. Pengunjung juga dapat menikmati promo Serba Rp50 ribu (Serbu) untuk tiket wahana Dunia Fantasi, Taman Safari Indonesia, JungleLand Sentul, dan Jakarta Aquarium. Tak ketinggalan voucer resto seharga Rp 20 ribu, senilai Rp 100 ribu, yang bisa didapatkan pengunjung untuk menikmati suguhan menu di Imperial Tables, Imperial Kitchen & Dimsum, Ojju K-Food, dan Fish & Co.

Menggandeng CIMB Niaga sebagai bank partner

Dalam penyelenggaraan KTF 2019 di Jakarta, Harian Kompas kembali berkolaborasi dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) sebagai bank partner. Selain memberikan kemudahan, kenyamanan dan keuntungan bagi para traveller, kerja sama yang telah terjalin selama enam tahun terakhir ini juga merupakan bagian dari upaya CIMB Niaga untuk memajukan industri pariwisata di Tanah Air.



Head of Segment and Retail Product CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan, sebagai bank partner KTF 2019, CIMB Niaga menghadirkan solusi pembayaran melalui kartu kredit dan debit yang dilengkapi beragam program menguntungkan bagi para traveller.

“Kami berharap program yang kami tawarkan selama KTF 2019 mendapatkan sambutan antusias dari para traveller untuk merencanakan liburan ke berbagai destinasi favorit di dalam dan luar negeri,” kata Noviady.

Selama pameran berlangsung, lanjut Noviady, para pemegang kartu debit dan kredit CIMB Niaga dapat menikmati cashback hingga Rp1,75 juta, cicilan 0% hingga 12 bulan, dan hemat hingga 100% dengan Poin Xtra untuk bertransaksi.

Selain itu, CIMB Niaga juga menyediakan promo spesial paket Halal Tour dengan cashback hingga Rp1,4 juta bagi para pemegang kartu CIMB Niaga Syariah Gold dan Platinum.

Penawaran ini dapat dimanfaatkan untuk merencanakan ibadah Umrah maupun wisata halal lainnya.

“Kami juga memberi kesempatan bagi pengunjung yang belum memiliki kartu kredit CIMB Niaga untuk melakukan pengajuan dengan proses instan. Cukup dengan membawa KTP, NPWP, dan Surat Keterangan Penghasilan, maka kartu kredit bisa langsung digunakan untuk bertransaksi,” ujar Noviady.



Kehadiran Kompas Travel Fair diharapkan mampu memberikan penawaran terbaik bagi para pengunjung untuk mewujudkan liburan impiannya.

The largest travel fair is back! Kompas Travel Fair 2019. Explore it your way!

Tentang Harian Kompas

Harian Kompas adalah surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Harian Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia (KKG). Harian Kompas terbit pertama kali 28 Juni 1965, dan didirikan oleh PK Ojong dan Jakob Oetama.

Tentang CIMB Niaga

CIMB Niaga didirikan dengan nama Bank Niaga pada tahun 1955. Sekitar 92,5% saham CIMB Niaga (termasuk yang dimiliki oleh PT Commerce Kapital sebesar 1,02%) dimiliki oleh CIMB Group. CIMB Niaga menawarkan produk dan layanan perbankan lengkap, baik konvensional maupun Syariah, melalui 482 jaringan kantor per 30 Juni 2019, yang terdiri dari jumlah kantor cabang sebanyak 408, kantor kas dan payment point sebanyak 19 unit, 28 Digital Lounge, dan kas mobil sebanyak 27 unit. CIMB Niaga memiliki 13.275 karyawan (konsolidasi) per 30 Juni 2019.

CIMB Group merupakan perusahaan penyedia jasa keuangan terbesar kedua di Malaysia sekaligus salah satu kelompok usaha perbankan universal terkemuka di ASEAN. Produk dan jasa yang ditawarkannya mencakup produk dan jasa perbankan konsumer, perbankan investasi, perbankan Syariah, pengelolaan aset dan asuransi. CIMB Group berkantor pusat di Kuala Lumpur, dan beroperasi di seluruh negara anggota ASEAN (Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura, Kamboja, Brunei, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Filipina). Selain di kawasan ASEAN, CIMB Group mendirikan pula kantor di China, Hong Kong, India, Sri Lanka, Amerika Serikat, Inggris, dan Korea. Saham CIMB Group tercatat di Bursa Malaysia melalui CIMB Group Holdings Berhad. Per 30 Juni 2019, kelompok usaha ini memiliki nilai kapitalisasi pasar yang mencapai USD12,6 miliar.



Hotelier Indonesia


Trade Expo Indonesia 2019: Ajang Promosi Produk Indonesia Berkualitas ke Pasar Global


Jakarta, 18 September 2019 – Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Pameran ini akan menampilkan produk-produk yang berkualitas sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia ke pasar global. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Dody Edward usai menghadiri Pertemuan Teknis TEI di Jakarta, hari ini, Rabu (18/9).

“Fasilitas yang disiapkan dalam TEI ke-34 ini lebih baik dari sebelumnya. Tampilan dan zonasi produk akan tertata lebih baik dan sesuai standar pameran internasional, begitu juga dengan kenyamanan bertransaksi dan bernegosiasi,” jelas Dody.

Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, TEI 2019 rencananya akan dibuka Presiden RI Joko Widodo. TEI 2019 akan menempati area seluas 24.732 m2 dengan jumlah peserta ditargetkan mencapai 1.250 orang.



Adapun zonasi pameran terbagi atas zona produk potensial dan unggulan nasional. Kuliner Nusantara (Nusantara Culinary) berada di hall 1 & 10; Produk Lokal Unggulan (Local Champion Product) di hall 2; Produk Kreatif dan Premium (Premium & Creative Product) di hall 3 dan 3A; Produk Manufaktur dan Jasa (Manufacturing Products dan Services) di hall 5 dan 6; Produk Makanan dan Minuman (Food & Beverage Product) di hall 7 & 8; serta Produk Dekorasi dan Furnitur (Furniture & Home Decor) di hall 9.

Selain itu, setiap hall akan dilengkapi area pelayanan buyer yang siap melayani kebutuhan para buyer selama berada di lokasi pameran dengan suguhan kuliner nusantara.

“Zonasi ini ditentukan dengan sangat cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Termasuk saran dari berbagai pihak, baik dari dalam negeri, dari perwakilan perdagangan di luar negeri, serta masukan dari para buyer di penyelenggaraan TEI sebelumnya,” imbuh Dody.

Dody menjelaskan, TEI 2019 juga akan menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung. Seperti, Forum Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi (Trade, Tourism and Investment/TTI Forum), yang terdiri dari berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain seminar, lokakarya, temu wicara, diskusi regional, kompetisi ekspor perusahaan rintisan, dan konseling bisnis.



“Pada TEI 2019 akan diselenggarakan pula agenda misi pembelian, misi dagang lokal, serta penjajakan bisnis untuk membicarakan potensi kerja sama bisnis. Selain itu, penganugerahan Primaniyarta Awards juga akan diberikan kepada eksportir yang berprestasi dan Primaduta Awards bagi buyer dan importir yang loyal terhadap produk Indonesia,” terangnya.

Untuk menjaring buyer asing, Kemendag telah berkoordinasi dengan 132 kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, 23 atase perdagangan, 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, Duta Besar World Trade Organization (WTO), serta Konsul Perdagangan.

“Upaya tersebut menjadi tindak lanjut reorientasi dan reposisi perwakilan dagang di luar negeri. Tidak hanya menjadi pemasar, tapi juga menjadi pelayanan pelanggan bagi buyer di negara akreditasi mereka yang menjadi mitra pelaku usaha Indonesia,” ungkap Dody.

Selain transaksi dengan buyer asing, diharapkan juga akan terjadi transaksi dengan buyer lokal melalui misi dagang lokal. Di TEI 2019 ini, misi dagang lokal akan semakin diintensifkan. Untuk itu, pemerintah daerah diimbau membawa para pelaku usaha daerah masing-masing ke TEI 2019.

Dody menegaskan, sama seperti dua tahun sebelumnya, pembiayaan TEI kali ini murni ditanggung pihak swasta. Dengan begitu, para peserta TEI yang terjaring adalah pelaku bisnis yang memiliki keinginan dan kemampuan menjalankan bisnis internasional secara produksi, manajemen, serta yang siap masuk ke pasar ekspor dan bersaing di pasar global.

Hingga 17 September 2019, telah terdaftar lebih dari 1.125 buyers dari 56 negara. Permintaan produk paling tinggi tahun ini antara lain adalah bahan makanan, kopi, kerajinan tangan, kemasan makanan dan minuman, coklat, dan barang konsumsi.

“Penyelenggaraan TEI 2018 telah berhasil membukukan nilai transaksi sebesar USD 8,49 miliar dengan produk yang paling diminati antara lain makanan olahan, produk kimia, minyak kelapa sawit, produk perikanan, produk kertas, dan kertas. TEI 2018 berhasil menarik lebih dari 30 ribu pengunjung dari 132 negara, serta menghadirkan 1.160 peserta pameran yang menampilkan produk-produk terbaik Indonesia. Kami berharap TEI 2019 akan melampaui capaian TEI 2018,” pungkas Dody.

Biro Hubungan Masyarakat Gd. I Lt. 2, Jl. M.I. RidwanRais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711 www.kemendag.go.id

Informasi lebih lanjut hubungi:

Fajarini Puntodewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax: 021-3860371/021-3508711
Email: [email protected]


Hotelier Indonesia


Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD)

Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) akan kembali hadir untuk kali kesepuluh. Tahun ini, ICAD mengusung tema “Faktor X”. Berlangsung dari tanggal 16 Oktober - 24 November 2019 di Hotel grandkemang Jakarta, ICAD akan mengundang berbagai seniman dan desainer untuk menggunakan metode ‘mind mapping’ dalam penelusuran proses berkarya mereka.


Seniman dan desainer ini dianggap penting dan mempunyai kontribusi besar dalam perkembangan seni dan desain kontemporer Indonesia dalam dua puluh tahun terakhir, antara lain Adi Purnomo (Arsitek – Jakarta), Agus Suwage (Perupa – Yogyakarta), Nirwan Dewanto (Sastrawan - Jakarta), Dolorosa Sinaga (Perupa – Jakarta), Hadiprana (Desainer Interior – Jakarta), F.X. Harsono (Perupa - Yogyakarta/Jakarta), Hardiman Radjab (Perupa – Jakarta), Rinaldy Yuniardi (Desainer Fashion – Jakarta), Syahrizal Pahlevi (Perupa - Yogyakarta), dan Tisna Sanjaya (Perupa – Bandung).


Selain menampilkan karya seni dan desain, ICAD juga melangsungkan berbagai convention dari bidang seni, desain, dan film. ICAD juga akan menggelar marketplace untuk kali pertama dalam sepuluh tahun ini, yang menampilkan karya seniman dan desainer berbakat.


ICAD 2019 juga akan menampilkan program utama berupa ICAD AWARD, sebuah pemberian penghargaan kepada pelaku-pelaku kreatif yang dianggap penting dan punya kontribusi besar pada perkembangan dunia desain dan seni kontemporer di Indonesia. Penerima penghargaan ini akan dipilih oleh Tim Juri yang memilih dari hasil rekomendasi dan riset yang dilakukan oleh ICAD.


ICAD adalah kegiatan pertama dan satu-satunya yang memprakarsai kolaborasi antara desain, seni, teknologi, hiburan, dan industri perhotelan; melibatkan desainer interior, desainer grafis, fotografer, videografer, penulis, pelukis, pematung, pembuat film, dan banyak pelaku kreatif lainnya.

ICAD diadakan setiap tahun untuk mengeksplorasi kekayaan kearifan lokal Indonesia dengan cara kontemporer. Kegiatan ini menjadi platform berskala besar, mempromosikan desain dan seni kontemporer di Indonesia.


https://www.arturaicad.com


Yayasan Design+Art Indonesia
grandkemang Hotel
Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: [email protected]
Tel: +62 21-7192043
Hotelier Indonesia



Kompas Travel Fair 2019!

Nikmati pilihan terbang dengan berbagai maskapai ke aneka destinasi dengan ragam gaya berwisata dan temukan penawaran menarik liburanmu, hanya di Kompas Travel Fair 2019!

Mulai dari paket wisata domestik, petualangan, juga pilihan terbaru yaitu paket wisata halal yang menawarkan pengalaman seru jalan-jalan dengan tenang tanpa khawatir soal menu makanan atau hotel di destinasi tujuanmu.

Persembahan dari @hariankompas, serta bekerja sama dengan @cimb_niaga sebagai bank partner, #KTF2019 akan mewujudkan liburan impianmu. Catat tanggal & tempatnya, 20-22 September 2019 di Jakarta Convention Center, Hall B. Sampai jumpa di @ktravelfair, #ExploreItYourWay! Organized by @dyandrapromosindo


Mengunjungi salah satu ikon pariwisata dunia ini bukan lagi sebuah mimpi. Kamu sekarang 8isa merasakan romantisnya Kota Paris, lengkap dengan kemegahan Menara Eiffel bersama orang-orang tercinta. Tidak percaya? Temukan bermacam kesempatan perjalanan seru di Kompas Travel Fair 2019, Let’s #ExploreItYourWay! #KTF2019


Liburan tak lengkap tanpa mencicipi kelezatan makanan di kota tujuan. Nah, #KTF2019 punya paket liburan halal. Jadi, kamu Sekarang 8isa mengeksplor makanan enak tanpa perlu khawatir.#ExploreItYourWay!


Salah satu yang terbaik di dunia, Raja Ampat memiliki alam bawah laut yang tak ada duanya. Mengunjungi Raja Ampat kini bukanlah lagi angan-angan saja, karena Sekarang 8isa bersama Kompas Travel Fair 2019! Berbagai penawaran destinasi liburan menarik seperti ke Raja Ampat bisa kamu dapatkan di #KTF2019!


Anda mencari liburan yang bisa memacu adrenalin? Ini ada berita baik. Ada beragam paket aktivitas menantang di #KTF2019. Kamu Sekarang 8isa wujudkan mimpi merasakan liburan ekstrem seperti skydiving. #ExploreItYourWay di KTF2019!


Bosan dengan liburan pantai yang itu-itu saja? Kunjungi Pantai Pink di Pulau Komodo bersama Kompas Travel Fair 2019, sekarang 8isa! Segera kunjungi #KTF2019 di kota terdekatmu untuk mendapatkan promo liburan ke Pantai Pink. Let’s #ExploreItYourWay to the fullest!


Paduan kemegahan peradaban modern dan keindahan alam ada di New Zealand. Tak perlu khawatir, kamu bisa menemukan berbagai promo menarik ke New Zealand di Kompas Travel Fair 2019. Sekarang 8isa! Let’s visit New Zealand and #ExploreItYourWay with #KTF2019!


Tak perlu lagi bingung mencari destinasi liburan. Hanya di Kompas Travel Fair 2019, kamu bisa ke tempat yang seru dan tentunya tetap halal! Dengan paket liburan halal dari #KTF2019 Sekarang 8isa liburan seru tanpa perlu khawatir susah mencari liburan yang tetap halal. #ExploreItYourWay to the fullest!


Kamu Sekarang 8isa menemukan beragam destinasi unik dan halal di Kompas Travel Fair 2019! #KTF2019 menyediakan paket liburan yang akan membawamu ke tempat-tempat unik yang kaya akan sejarah dan tentunya juga halal. Yuk, pilih destinasi unikmu bersama KTF 2019, #ExploreItYourWay!


#KTF2019 adalah jawaban bagi yang mencari paket wisata halal. Mulai dari belajar sejarah Islam dengan cara yang seru sampai jalan-jalan tenang tanpa khawatir soal menu makanan atau hotel di destinasi tujuan. Sekarang 8isa, deh pergi ke manapun tanpa khawatir. Let’s #ExploreItYourWay!


Pompa adrenalinmu dengan bermain ski di atas hamparan salju. Hembusan angin dingin dan empuknya salju yang memberikan sensasi seru yang tak akan terlupakan. Bersama Kompas Travel Fair 2019, kamu Sekarang 8isa menikmati keindahan alam pepohonan yang tertutup salju dan langit biru yang indah di destinasi liburanmu! So, let’s #ExploreItYourWay with #KTF2019!


Jenuh dengan rutinitas? Lakukan hal baru, misalnya bermain kayak! Olahraga ekstrem ini akan menantangmu menyusuri arus sungai yang deras di atas perahu kayak. Sensasi kengerian akan hilang sesaat setelah melihat keindahan alam di sekitar sungai. Liburan seru ini Sekarang 8isa kamu temukan di #KTF2019, let’s #ExploreItYourWay!

Hanya ada dua di dunia, dan kini kamu bisa melihat secara langsung! Fenomena Blue Fire dapat kamu temukan, salah satunya di Indonesia, tepatnya di Kawah Ijen, Banyuwangi. Ayo segera rencanakan liburanmu dan pergi ke #KTF2019, sekarang 8isa! #ExploreItYourWay


https://travel.kompas.id




Jakarta Wedding Festival 2019

Gelaran JWF 2019, Penuh Inspirasi dan Solutif Bagi Kaum Urban


Jakarta, 3 Juli 2019 – Weddingku bersama dengan Dyandra Promosindo kembali menghadirkan The Real Biggest Wedding Exhibition yaitu Jakarta Wedding Festival (JWF) 2019. Pameran akan diselenggarakan pada 26 – 28 Juli 2019 di Jakarta Convention Center dan menghadirkan berbagai vendor pernikahan untuk membantu calon pengantin mewujudkan pernikahan impian mereka.




Mengambil tema “Urban” yang menggambarkan dinamisme pergerakan dan energi dari Jakarta sebagai Ibukota. JWF akan dihadiri lebih dari 500 vendor untuk berbagai keperluan pernikahan. JWF 2019 akan menghadirkan kategori vendor mulai dari gaun pengantin, vendor tradisional, catering, destinasi bulan madu, hotel dan venue, wedding vendor ideas, hingga koleksi cincin pernikahan.


JWF telah hadir selama 16 tahun dan berhasil membantu jutaan pasang pengantin mendapatkan inspirasi dan membantu mereka mewujudkan pernikahan impian, baik pada pernikahan tradisional maupun modern atau internasional. 

“Melihat demografi Indonesia pada tahun 2019 hingga 2024 akan didominasi oleh kelompok usia 20-25 dan 26-30 tahun dan jumlah populasi ini tentu sangat mendorong perkembangan industri ini. Maka dari itu pada JWF kali ini mengangkat konsep pernikahan tradisional yang dipadankan dengan moderniasai kaum urban.” ungkap Reza Paramita, Chief Operating Officer Weddingku.


Untuk menambah semarak acara JWF tahun ini, panitia juga telah menyiapkan berbagai hadiah menarik diantaranya 1 pasang cincin dari Frank & Co, 1 pasang cincin dari Miss Mondial, 1 pasang cincin dari The Palace, 3 Honda Scoopy, 5 Iphone X serta hadiah langsung 50 handphone Samsung M10 dengan pembagian 20 unit pada hari jumat dan sabtu, serta 10 unit pada hari minggu. Hadiah langsung ini diberikan kepada pengunjung yang bertansaksi di 5 vendor masing-masing minimal 20 juta. Selain itu, sebagai hadiah utama, penyelenggara menyediakan 1 unit Mercedes-Benz A200 untuk menambah kebahagiaan calon pengantin.

Para pengunjung dapat membeli tiket masuk JWF 2019 pada ticket box yang tersedia selama penyelenggaraan pameran, dengan harga Rp25.000,-/orang. Ditambah lagi, pengunjung juga mendapatkan potongan harga 30% dari harga tiket normal setiap pembelian tiket masuk melalui website www.jakartaweddingfestival.com. Pembelian via website berlaku hingga tanggal 25 Juli 2019.

JWF 2019 pada hari pertama, 26 Juli 2019, akan dibuka mulai pukul 13:00 – 23:00 WIB dan pada hari kedua dan ketiga akan dibuka mulai pukul 11:00 – 22:00 WIB. Pihak penyelenggara berharap dengan tema yang diusung pada gelaran kali ini dapat menjadi pilihan yang utama dan solutif bagi calon pengantin, baik yang berdomisili di Jakarta maupun daerah sekitarnya.